KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Ikhlas Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Sebelum penulis jelaskan manfaat ikhlas pada peningkatan sistem kekebalan tubuh, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan apa itu sistem kekebalan tubuh? Dan keajaiban apa yang di miliki sistem pertahanan tubuh dan elemen penyusunnya?. Penjelasan ilmuwan besar abad ini Harun Yahya tentang rahasia kekebalan tubuh, sangat menarik.

Sistem kekebalan tubuh manusia di analogikan sebagai “Prajurit yang sangat disiplin, teratur, dan pekerja keras melindungi tubuh manusia dari cengkraman musuh eksternal (bakteri dan virus) dalam medan perang, tugas utama dari elamen yang berperang di garis depan adalah untuk mencegah sel musuh, seperti bakteri atau virus memasuki tubuh.”

Meskipun tidak mudah bagi organisme musuh memasuki tubuh manusia, mereka akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan akhirnya, yaitu menjajah tubuh. Kalau mereka berhasil melakukannya, setelah melewati berbagai penghalang seperti kulit, saluran pernafasan, dan pencernaan. Mereka akan mendapati prajurit-prajurit tangguh yang tengah menanti. Prajurit tangguh ini di hasilkan dan di latih di pusat pendidikan khusus seperti sumsum tulang, limpa, timus, dan kelenjar getah bening. Para prajurit ini adalah “Sel-Sel Pertahanan” yang di sebut Makrofag dan Limposit.

Pertama-tama, berbagai jenis fagosit yang di sebut “Sel Pemakan” akan langsung bereaksi. Kemudian Makrofag, jenis spesifik lain dari fagosit, mendapat gilirannya. Makrofagini menghancurkan semua musuh (Bakteri dan Virus) dengan jalan menelannya. Makrofag juga menjalankan tugas lain seperti mengajak sel-sel pertahanan lainnya ke arena pertempuran, dan menaikkan suhu tubuh. Meningkatnya suhu tubuh atau demam di awal sakit sangat penting, karena orang yang mengalaminya akan merasa kelelahan dan perlu istirahat, hal ini menghemat energi yang di perlukan untuk memerangi musuh.

Apabila unsur-unsur sistem kekebalan ini terbukti tidak memadai untuk musuh yang memasuki tubuh, maka limfosit sang jagoan sistem ikut bermain. Ada dua jenis limfosit, Sel B dan Sel T. Keduanya ini kemudian juga terbagi ke dalam dua kelompok. Setelah  Makrofag yang datang berikutnya adalah Sel T “penolong”. Ia mungkin di anggap agen administratif sistem.

Setelah sel T “penolong” mengenali musuh, mereka memperingatkan sel-sel lain supaya mengangkat kapak perang untuk melawannya. Begitu di beri tahu, sel T “pembunuh” memainkan peranannya menghancurkan musuh yang menyerbu. Sel B merupakan pabrik senjata dalam tubuh manusia. Mengikuti rangsangan dari Sel T “penolong”, sel B segera mulai produksi semacam senjata yang di sebut “anti bodi” kalau tanda peringatan sudah berakhir, Sel T penekanan menghentikan kegiatan semua sel pertahanan, dan karena itu mencegah pertempuran langsung lebih lama dari pada yang di perlukan.

Akan tetapi, misi pasukan pertahanan ini belum berakhir. Sel-sel prajurit, yang di sebut sel pengingat, menyimpan informasi yang di perlukan tentang musuh itu dalam memori mereka selama bertahun-tahun. Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh, untuk segera menyusun pertahanan melawan musuh yang sama jika suatu saat nanti datang lagi.

Bicara sistem kekebalan, tidak akan terlepas dari pasukan pertahanan, bernama Antibodi. Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan di bentuk untuk melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Senjata ini di produksi oleh sel-sel B, sekelompok prajurit pejuang dalam sistem kekebalan. Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Antibodi mempunyai dua fungsi, pertama untuk mengikat diri kepada sel-sel musuh, yaitu antigen. Fungsi kedua yaitu membusukkan struktur biologi antigen tersebut lalu menghancurkannya.

Dalam aliran darah dan cairan non-seluler, antibodi mengikat diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Mereka menandai molekul-molekul asing tempat mereka mengikat diri dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus melumpuhkannya, layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau melepaskan tembakan setelah di hantam rudal saat pertempuran. Antibodi bersesuaian dengan tubuhnya (antigen) secara sempurna, seperti anak kunci dengan lubangnya yang di pasang dalam struktur tiga dimensi.

Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing anti bodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang di hadapinya. Antibodi bukan berjenis tunggal. Sesuai dengan struktur setiap musuh, maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi si musuh. Hal ini karena anti bodi, yang di hasilkan untuk suatu penyakit belum tentu cocok bagi penyakit lain.

Membuat anti bodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses yang luar biasa, dan pantas di cermati. Proses ini dapat terwujud hanya jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Dan, di Alam ini terdapat jutaan musuh (antigen). Hal ini seperti membuat masing-masing kunci untuk jutaan lubang kunci. Perlu di ingat, dalam hal ini si pembuat kunci harus mengerjakannya. Tanpa mengukur kunci atau menggunakan cetakan apapun. Dia mengetahui polanya berdasarkan perasaan.

Setiap satu sel B yang sedemikian kecil untuk di lihat oleh mata, menyimpan jutaan bit informasi dalam memorinya, dan dengan sadar menggunakannya dalam kombinasi yang tepat. Tersimpannya jutaan formula dalam suatu sel yang sangat kecil, merupakan keajaiban yang diberikan kepada manusia. Yang tak kurang menakjubkan lagi adalah bahwa kenyataannya sel-sel menggunakan informasi ini untuk melindungi kesehatan manusia.

Antibodi sendiri bagian dari protein, dan protein tersusun dari asam amino. Dua puluh jenis asamamino berbeda di susun dalam urutan yang berbeda untuk membentuk protein-protein yang berlainan, seperti membuat berbagi kalung dengan dua puluh warna yang berbeda. Perbedaan utama antara protein-protein tersebut adalah urutan asam aminonnya. Perlu di ingat, setiap kesalahan dalam urutan asam amino menjadikan protein tidak berguna, bahkan berbahaya. Karena itu, tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun dalam urutannya.

Jadi bagaimana penghasil protein dalam sel, dapat mengetahui bagaimana urutan asam amino yang menyusun mereka, dan protein apa yang akan di hasilkan?. Intruksi untuk setiap protein dengan ribuan tipe yang berbeda di lakukan oleh gen yang di temukan di bank data genetik pada anti sel. Dengan demikian, gen-gen ini di butuhkan untuk memproduksi anti bodi.

Ada suatu keajaiban penting di sini, di dalam tubuh manusia hanya ada seratus ribu gen, padahal antibodi yang dihasilkan 1.920.000 (satu juta sembilan ratus dua puluh ribu). Lalu, bagaimana mungkin sekelompok kecil gen, mampu memproduksi anti bodi sebanyak sepuluh kali lipat dari jumlahnya?. Disinilah keajaiban antibodi tersingkap, sel menggabungkan seratus ribu gen yang di kandungnya itu dengan kombinasi berbeda untuk membentuk suatu antibodi baru. Sel tersebut menerima informasi dari beberapa gen dan menggabungkan dengan informasi gen lain dan membuat produksi yang di inginkan berdasarkan kombinasi. Proses ini memperlihatkan suatu kearifan dan perencanaan yang terlalu hebat untuk di pahami otak manusia, apalagi untuk merancangnya.

Semua sel sistem imun, atau sistem kekebalan tubuh pada awalnya adalah sel normal, yang melalui tahapan pelatihan yang berbeda dan di akhiri dengan suatu ”ujian kecakapan”. Hanya sel yang mampu mengenali sel musuh dan tidak mengalami konflik dengan sel tubuh normal yang di izinkan hidup. Bagaimana dan kapan sel pertama di kembangkan, dan siapa yang melakukan “Ujian Kecakapan” pertama?.

Jelas kita tidak bisa berharap sel dan organ terkait berunding dengan bebas satu sama lainnya, bekerja dengan kesepakatan penuh, membuat rencana, dan melaksanakan rencana itu dengan efisien. Jangan lupa yang kita bicarakan adalah berbagai organ tubuh dan satu triliun sel. Tak terbayangkan jika satu triliun sel. Tak terbayangkan jika satu triliun orang dapat di atur dengan begitu sempurna dan dapat memenuhi tugas mereka tanpa ada sesuatu yang lewat, terlupakan, membingungkan, atau menyebabkan kekacauaan dalam melaksanakan pertahanan seperti ini, yang merupakan tugas super sulit. Hanya Dialah (Allah) yang sanggup mengatur itu semua, Tuhan yang Maha Menguasai segala sesuatu.

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali-Imran :191)

Ikhlas akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang, karena dengan ikhlas produksi hormon kortisol dalam tubuh akan berjalan normal. Produksi hormon yang normal akan menjaga homeostasis tubuh manusia, homeostasis yang terjaga akan meningkatkan sistem imunitas yang akan memperkuat kekebalan tubuh manusia dari serangan bakteri dan virus. Sedangkan ketidakikhlasan seseorang, akan menyebabkan seseorang mudah stres. Saat seseorang terkena stres, itu akan meningkatkan kadar adrenalin dan hormon dalam tubuh di atas batas normal. Produksi hormon di atas batas normal akan membuat homeostasis yang terjaga akan meningkatkan sistem imunitas tubuh, juga penurunan daya kekebalan tubuh, yang dampaknya pada beragam gangguan fungsi tubuh. Dan itu akan mengakibatkan berbagai penyakit mematikan seperti kanker, serangan jantung, dan stroke.

Keikhlasan seorang hamba akan membuat sistem pertahanan dalam tubuhnya bekerja dengan baik. Sistem kekebalan tubuh yang baik, akan menambah kualitas kesehatan dalam tubuh manusia. Emosional dan spirituallitasnya pun akan terjaga dengan baik, lebih tegar dalam mengendalikan diri saat menghadapi tekanan, juga mampu memotivasi diri dan bertahan menghadapi frustasi. Sehingga segala kesulitan dan konflik dapat di selesaikan, serta di temukan solusinya.

Ikhlas akan memperbaiki  respon emosional positif dan mengefektifkan coping. Keikhlasan akan membuat seseorang selalu bersikap positif, optimistic, penuh percaya diri, dan menyehatkan tanpa harus merasa sombong dan takabur pada Sang Pemberi Kebahagiaan dan kesehatan pada dirinya. Seseorang yang Ikhlas akan selalu menyerahkan segala ketetapan akhir dalam usahanya, pada kehendak Allah SWT. Sehingga dirinya selalu bisa mengikhlaskan harapannya, walaupun harapannya itu tidak tercapai pada akhirnya.

Seseorang yang ikhlas akan selalu dapat menghindarkan dirinya, dari penegangan otot-otot syaraf akibat kekecewaan, kegagalan, tekanan, dan kesulitan yang menghampiri hidupnya. Hidupnya akan selalu di warnai dengan kesabaran di saat ujian dan musibah datang menghampiri. Ia juga akan senantiasa bersyukur apabila kebahagiaan dan rezeki ia peroleh, tanpa harus takabur, sombong, dan berfoya-foya. Sehingga hidupnya selalu stabil, seimbang, sehat, positif, penuh cinta, bijaksana, bahagia dan damai.

0 komentar:

Poskan Komentar