KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)

[Pesan: Jangan lupa menonton videonya dibagian bawah artikel ini]

...Ar–Rahman : Yang Maha Pengasih...

Dialah Allah yang mengasihi semua mahluk ciptaan-Nya tanpa kecuali. Semua mahluk yang melata, yang besar maupun kecil di darat, laut dan udara dan semua manusia baik yang beriman maupun tidak, yang baik maupun jahat semuanya dikasihi secara adil dan merata. Karena kasih sayang Allahlah kita dan semua mahluk yang ada dibumi ini dapat hidup terus menerus sampai datang ajal yang telah ditetapkan. Dengan kasih sayang-Nya ia mencukupkan semua kebutuhan hidup semua mahluk dialam semesta. Dengan kasih sayangnya ia menjadikan bumi ini sebagai suatu tempat yang nyaman dan aman untuk dihuni oleh berbagai mahluk hidup. Hanya saja limpahan kasih sayang ini hanya diberikan Allah pada semua mahluk selama hidup didunia saja, di akhirat kelak kasih sayang ini hanya diberikan kepada orang beriman yang menjadi penghuni surga. Penghuni Neraka tidak lagi merasakan kasih sayang yang mereka dapatkan selama hidup didunia, karena mereka selama hidup didunia kafir dan ingkar pada-Nya.

Kasih sayang Allah menyelimuti segala sesuatu. Allah memberi bukan karena kepentingan-Nya, tapi karena perhatian Allah kepada makhluk-makhluk-Nya, baik Muslim atau kafir, shalih ataupun tidak. Allah memberi tak pandang bulu, dicurahkan kepada semua makhluk-Nya. Pemberian Allah bukan untuk kepuasan Allah karena Maha suci Allah dari membutuhkan apa pun, tapi justru untuk kebaikan kita.

Kasih sayang Allah ini dalam asmaul husna terdapat pada sifat Ar rahman. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai sifat Ar rahman yang mencakup arti berdasarkan akar kata, arti secara tekstual dan konseptual. Pemahaman atas nama Ar rahman, aplikasi dari kata Ar rahman dan manfaat yang terkandung dalam kata Ar rahman.

Pengertian Ar Rahman

Ar Rahman berasal dari kata sifat dalam bahasa arab, berakar dari kata kerja ra-ha-ma, artinya penyayang, pengasih, pencinta, pelindung, pengayom, dan para mufassir memberi penjelasan bahwa ´”arrahman” adalah kasih sayang Allah kepada semua makhluk. Akan tetapi dari sumber yang berbeda menuliskan bahwa Ar Rahman (bahasa Arab: الرحمن) asma Dzat Allah yang memiliki mutlak nikmat panjang dari dunia dan akhirat yang terdiri dari huruf  Alif Lam Ra Ha Mim Nun.

Secara makna tekstual yang terdapat dalam kata ar rahman adalah Maha pengasih. Seperti yang terdapat dalam surat Al-Fatihah 1:1

بِسْمِ  اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Sedangkan makna kontekstual yang terdapat pada kata Ar Rahman adalah sifat pengasih Allah kepada seluruh makhluk-Nya yang diberikan di dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk lainnya.. surat Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan 31 ayat berbunyi sama :


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan”

Ayat ini menunjukkan bahwa nikmat yang seperti apa lagi yang belum diberikan oleh Allah kepada makhluknya. Secara tersurat sudah jelas bahwa Alla itu tiada tandingan nya dalam memberikan nikmatnya. Segalanya sudah diberikan tanpa pilih kasih.

Bentuk Aplikasi Ar rahman

Dermawan

Sifat dermawan adalah sifat yang harus ditanamkan dalam diri setiap muslim. Dermawan bisa diartikan dengan senang hati tanpa keterpaksaan memberikan sebagian harta yang dimilikinya untuk kepentingan orang lain yang membutuhkan. Orang yang dermawan adalah orang yang senang jika bisa membantu orang lain yang sedang ditimpa kesusahan. Dengan memiliki sifat yang dermawan maka hidupnya akan lebih bahagia karena dengan kedermawanannya maka akan melapangkan dadanya. Secara sosial orang yang dermawan akan disenangi banyak orang, sehingga orang pun tidak enggan untuk bergaul dengannya. Sedangkan kebalikannya adalah sifat tamak dan akibatnya adalah sebaliknya. Bahkan orang yang tamak hidupnya selalu tidak tenang.

Tolong Menolong

Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.

Dengan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita.

Kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya.

Dengan menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, itu yang kita yakini dalam agama kita, jadi janganlah sungkan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain hidup kita akan terasa bermakna, jauh dari kehampaan hidup. Banyak orang yang sekarang ini merasa hampa, karena sudah dikuasai cara hidup individualistis. Menolong tidak harus dengan harta, bisa dengan tenaga, pikiran atau ide, bahkan dengan doa sekalipun. Mari kita tolong menolong.

Lapang Dada

Keluasan hati memiliki arti kepemilikan jiwa yang lapang dan besar seperti ban traktor yang dapat berjalan di semua medan baik ringan maupun berat. Orang yang tidak memiliki kelapangan dada seperti ban sepeda yang ketika menghadapi cobaan pertama oleng ke kiri dan ke kanan.

Imam Ali as berkata: “Syarat wajib menerima sebuah tanggung jawab adalah kelapangan dada” (Nahjul Balaghah, hikmah ke 176).

Nabi Musa as setelah menjadi Nabi ia berdoa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku” (Thaha: 27). Di sini terlihat bagaimana Nabi Musa as meminta dari Allah agar melapangkan dadanya dan Allah mengabulkanya. Beda dengan Nabi Musa as, Nabi Muhammad saw tanpa meminta Allah telah terlebih dahulu melapangkan dadanya “Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu? (Alam Nasyrah:1).

Manfaat Melafazkan kata Ar Rahman

Menenangkan dan menentramkan hati

Jika ada diantara anda yang selalu merasa gelisah, cemas dan terus menerus merasa tertekan, bacalah kalimat ini sebanyak banyaknya. Ketika membaca kalimat ini rasakan kasih sayang Allah, bayangkan betapa kasih sayang Allah yang telah anda nikmati selama ini, anda tumbuh sejak kecil hingga dewasa dalam kasih sayang ibu, bapa dan semua keluarga yang mengasihi. Jika anda tidak pernah merasakan kasih sayang karena berada ditengah keluarga yang memang hidup keras penuh kebencian, bacalah kalimat ini sambil merindukan sifat kasih sayang Allah. Rasakan kasih sayang Allah didalam hati dengan sepenuh jiwa baca kalimat ini sebanyak banyaknya 100x, 200x 300 x atau lebih. Insya Allah lingkungan anda akan berubah, suasana runyam akan berubah menjadi aman, atau bisa saja karena sesuatu dan lain hal yang tidak anda mengerti anda pindah ke suatu tempat yang menimbulkan rasa aman dan nyaman.

Mengharmoniskan rumah tangga

Jika karena sesuatu hal rumah tangga anda dilanda kekalutan dan prahara, mungkin suami atau istri yang selingkuh, anak menjadi brandalan dan sering berurusan dengan polisi. Selalu terjadi keributan dan perang mulut didalam rumah tangga akibat hal yang sepele, rumah terasa panas bagai dalam bara api, tiada hari tanpa adu mulut dan cekcok. Bacalah kalimat Ar-Rahman ini sebanyak banyaknya setiap selesai sholat. Kalau bisa lakukan dengan teknik penahanan napas, ketika menahan napas baca ” yaa rahman..” ketika menghembuskan napas baca do’a mohon diberikan kedamaian dan rasa kasih sayang diantara sesama anggota keluarga. Lakukan ini terus menerus , sampai Allah mengabulkan permohonan anda. Jangan pernah putus asa dalam memohon pada Allah, Dia pasti mengabulkan permohonan orang yang memohon pada-Nya

Menimbulkan simpati orang lain

Jika anda rutin mewiridkan bacaan “Ar –Rahman ” setiap hari setelah selesai sholat wajib, tubuh anda akan memancarkan aura rasa kasih, yang menimbulkan rasa nyaman dan menyenangkan orang yang berada disekitar anda. Hal tersebut menimbulkan rasa simpati setiap orang yang baru berjumpa dengan anda. Insya Allah anda akan mendapat kemudahan dalam berkomunikasi dengan orang disekitar anda, jika anda sebagai pedagang, pengusaha, pebisnis atau pekerjaan lain yang memerlukan komunikasi dengan banyak orang, niscaya anda akan mendapat kemudahan yang banyak dalam menjalankan usaha anda. Baca Ar-Rahman ini minimal 100 kali setiap selesai sholat. Semakin banyak semakin besar pengaruhnya pada aura yang anda pancarkan.

Dikasihi dan dicintai Allah sepanjang waktu

Rutin melakukan wirid kalimat ” Ar Rahman ” ini juga akan menimbulkan sifat kasih sayang pada diri pelaku, sesuai dengan sifat pengasih Allah pada semua mahluk-Nya. Rasa kasih yang memenuhi jiwa akan menghilangkan sifat buruk seperti pemarah, pendendam, dengki, curang, khianat dan lain sebagainya. Sifat kasih yang muncul akan menambah kecintaan Allah padanya. Insya Allah hidupnya selalu berada dalam cinta kasih Allah sepanjang waktu didunia maupun akhirat, terbebas dari kesukaran, kesempitan dan kegelapan hidup didunia dan akhirat.

KESIMPULAN

Kata Ar Rahman secara luas dapat diartikan sebagai sifat kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya yang diberikan di dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk lainnya. Ar Rahmaan adalah sebuah nama/asma kepada Dzat yang memiliki nikmat panjang atau nikmat besar. Disini mencakup ilmu, akal, islam dan iman.

Maksudnya yaitu barang siapa yang mempergunakan ilmu dan akal yang di perolehnya untuk islam dan iman maka ia mendapakan nikmat panjang. Karena tidak hanya di dunia saja melainkan ketika di akhiran, ia pun akan mendapatkan nikmat dari Allah SWT.

Kemudian aplikasi dari Ar Rahman dapat dilihat dari perilaku dermawan, tolong menolong dan lapang dada. Selain itu kata Ar Rahman juga dapat mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri apabila kata Ar Rahman selalu diucapkan disetiap kesempatan.

...Ar-Rahim : Yang Maha Penyayang...

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. al Hijr: 49)

Pertama kali, Allah memperkenalkan diri-Nya dalam sejarah manusia dengan dua sifat yang menakjubkan. Dalam wahyu pertama, Allah menyebutnya sebagai Tuhan atas segala ciptaan. Lalu, Allah mengajarkan ilmu pada manusia, dengan cara yang begitu mulia, membaca. Kemudian sekali lagi Allah mengabarkan tentang sifatnya, akram, Yang Maha Mulia.

Satu dari sifat-Nya yang mulia, lahir dari nama-Nya. Ar Rahim, Maha Penyayang. Dalam al Qur’an, Allah mengulangi kata ar Rahim sebanyak 228, jauh lebih banyak dari asma Allah, ar Rahman yang “hanya” 171.

Beberapa mufassir, menerjemahkan perbedaan antara kata ar Rahman dan ar Rahim. Jika kata yang pertama, sifatnya berlaku untuk seluruh manusia, maka kata yang kedua disebutkan, hanya berlaku pada situasi khusus dan untuk kaum tertentu semata. Namun menariknya, di sini jumlah yang umum jauh lebih sedikit dari jumlah yang khusus. Artinya, dengan rahim-Nya, Allah teramat menyintai umat dan kaum yang mulia, manusia-manusia Muslim yang beriman. Dilimpahkan begitu banyak kemuliaan.

Tempat tumbuh dan berkembangnya janin juga disebut rahim. Di rahim bermulanya kehidupan. Di rahim dijaga kehidupan ideal seorang manusia. Di rahim, setiap manusia dilantik apa dan kemana tujuan hidupnya. Dan ketika bayi dilahirkan, ia menangis demikian rupa, meninggalkan rahim yang melimpah kasih sayang dan rasa aman.

Begitu pula Allah. Di dalam sifat Rahim-Nya, manusia akan hidup dengan aman, nyaman, penuh kemuliaan, sentosa dan penuh keberkahaan. Maka, sebutlah nama-nama Tuhanmu, dalam setiap awal doa dan permintaan.

Mereka yang selalu membasahi bibirnya dengan kata sederhana, ar Rahim, maka Sang Pemilik Nama, akan selalu menjaganya dengan segenap kasih sayang-Nya. Mereka yang selalu menghiasai hatinya dengan kata sederhana, ar Rahim, maka Allah akan menghiasainya pula dengan kasih sayang yang tak berbatas ruang dan tak dikekang waktu. Dan siapa saja yang disayangi Allah, maka tak satupun makhluk di dunia memiliki alasan untuk membencinya. Kecuali mereka yang telah dikuasai nafsu angkara.

Bacalah ar Rahim, dan temukan dunia yang penuh kasih sayang. Hati kita akan lebih mudah menyanyangi. Dan kehidupan, insya Allah akan lebih baik lagi.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Ar_Rahman
http://www.fadhilza.com/2009/05/tadabbur/khasiat-dan-manfaat-asma’ulhusna-1.html
http://www.acehforum.or.id/ciri-orang-pelit-t25777.html?s=d053df66f65b2a4adba4e401c0d9ba5b&
http://infosyiah.wordpress.com/2007/04/22/apa-arti-lapang-dada-2/
http://www.tokeikedai.net.my/alquran/
http://kipsi.wordpress.com/2009/12/22/sifat-arrahman-untuk-teladan-manusia/
Herry Nurdi-Editor Sabili
video

3 komentar:

  1. kenapa tidak bisa diblok? saya ada tugas penting tentang ini....

    BalasHapus
  2. Di zaman Azali, apakah Alloh mmpunyai sifat kasih sayang? Jika punya kasih sayang mengapa Alloh menghendaki manusia banyak yg masuk neraka slama lmnya dan tdk diberi ampun walau minta djdkn debu, di zaman azali saat punya irodah kauniyah Alloh berkehendak semaunya terhadap ciptaanNya tdk punya kasih sayang, Alloh mnghndaki manusia bnyk yg msk neraka, kejam dn tdk penyayang. Apalah artinya nikmat kasih sayang Tuhan di dunia ini bagi manusia yg dikehendaki masuk neraka oleh Alloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satria Art, sungguh dalam yang anda pikirkan dan alhamdulillah anda sudah mencapai tahap ini.
      Sebelum ada jawaban dari pemilik otoritas (admin atau ulama), ini pemikiran saya sesama pencari ilmu.
      Saya memiliki pertanyaan dan "kegeraman" yang sama pada Alloh saat kuliah dan berusia dua puluhan. Saya sempat iri pada nabi Muhammad SAW. Sama2 manusia tapi kok enak, dipilih oleh Alloh menempati ranking termulia sbg manusia. Sementara kita dan syetan, biar pun jungkir balik tidak dapat mencapai derajat itu, hanya karena kita tidak dipilih oleh Alloh. Nasib syetan lebih malang lagi, dilaknat hingga ke anak cucunya!
      Kini saya memahaminya dalam 3 tahap. Begini:
      1. Ingat doa "Rodhitubillahi Robba, wa bil islaami diina...dst" Aku ridho Alloh sbg Tuhan ku dan aku rela Muhammad sbg nabi ku... Maka tahap pertama menghadapi keresahan ini, saya pasrah. Karena saya sudah berikrar dlm syahadat mengakui Alloh sbg Rabb (penguasa), maka saya ridha bahwa saya dipilih sbg manusia biasa, dan saya ridha bahwa Alloh memberikan semua kemuliaan pada nabi Muhammad SAW, dan saya ridha Alloh sbg penguasa menghancurkan bangsa2 yang Dia murkai dan mengutuk Syetan yang Dia takdirkan demikian membangkang. Saya malah bersyukur tdk ditakdirkan sbg Muhammad SAW yang demikian berat bebannya.
      2. Temukan "Misteri Kejahatan" dan "Apology Iblis" dalam puisi Jalaludin Rumi, seorang sufi. Dalam puisinya kita bisa menyelami makna di balik apa yang tampak mata. Lanjutkan dengan mempelajari tasawuf untuk mengasah hati (meski harus hati2 karena ada jenis tasawuf yg menyimpang dari syariat) hingga ke tasawuf rasional-nya Al Ghozali (memadukan hati dan logika).
      3. Kini diusia 40an, di bulan ramadhan - bulan tadabbur quran ini, saya temukan bahwa nama2 Alloh demikian sempurna. Dia memiliki nama yang penuh kasih (Ar Rahman) namun juga memiliki nama sbg penguasa (Rabb), Dia maha halus (Al Latif) sekaligus pemberi bahaya (Ad Dharr), Maha pemaaf sekaligus Maha Pembalas, Maha mensyukuri sekaligus Raja di raja. Maka tidak logis jika kita maunya Allah hanya yang baik2 saja. Alloh itu Raja maka logis jika Dia menetapkan dan memilih sesuai kehendakNya. Di situlah letak Kesempurnaan Alloh. Alloh tidak sempurna jika Ia tidak mampu membalas dan memilih, bahkan untuk murka. Kita, ciptaanNya, adalah hamba/ budakNya. Namun dg sifat RahimNya kita diberi "free will" kehendak bebas. Malaikat sudah deal memilih patuh. Syaitan deal memilih tidak patuh meski diancam dengan neraka. Manusia memilih "free will" dan sorga sehingga kita harus terus menerus menjalani ujian hingga lulus mencapai rangking2 tinggi apa tidak.
      Saya belum selesai mempelajari nama Ar Rahman ini. Namun senang bisa berbagi pengalaman dg sesama pencari Tuhan. Selamat menikmati perjalanan hidup Anda. Banyak sekali yang akan Anda temukan jika pasrah dan meminta Alloh sbg pembimbing Anda.

      Hapus