KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Al Haadii (Maha Pemberi Petunjuk)

"...Dan sungguh Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." [Q.S. Al-Hajj: 54]

Al Haadii secara bahasa berarti memberi petunjuk. Allah Al Haadii, artinya Allah pemberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dialah yang memberi petunjuk kepada manusia sehingga dapat membedakan baik dan buruk, berbuat amal saleh dan beribadah dengan benar.

"...Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong." [Q.S. Al Furqan: 31]

"Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu kemudian memberinya petunjuk." [Q.S. Thaha: 50]

Dia senantiasa membimbing hamba-hamba-Nya untuk selalu mengikuti jalan-jalan yang diridhai-Nya dan bukan jalan-jalan yang dimurkai-Nya demi kelangsungan hidup dan kehidupan mereka di dunia maupun di Akhirat.

"Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwasannya Al-Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepada-Nya. Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." [Q.S. Al-Hajj: 54]

"Dan seperti itulah, telah kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong." [Q.S. Al Furqaan: 31]

'Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir, dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (jalan kebajikan dan jalan kejahatan)." [Q.S. Al Balad: 8-10]

Hasil dari petunjuk yang telah Allah berikan adalah Iman, Islam, Ihsan/Makrifat, dan Tauhid kepada-Nya.

Allah berfirman,

"Musa berkata, 'Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberikan petunjuk'." [Q.S. Thaahaa: 50]

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk." [Q.S. Al A'laa: 1-3]

Petunjuk Agama inilah yang menuntun manusia menuju kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, serta mendorong manusia untuk dapat melaksanakan petunjuk-petunjuk-Nya dengan baik dan benar.

"Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." [Q.S. Asy-Syuura: 13]

Allah juga menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya dari jalan-Nya yang lurus dan benar, karena kekafiran (pengingkaran terhadap uluhiyah dan rububiyah-Nya), kefasikan (meremehkan hukum-hukum-Nya), kezhaliman (perilaku dan tindakan aniaya) mereka, dan mereka lebih menyukai kesesatan (sesat dan menyesatkan) daripada petunjuk-Nya kepada mereka sebelumnya, tetapi lebih disebabkan oleh "kebutaan" hati, akal dan indra mereka dalam menangkap petunjuk-Nya dan mereka memandang petunjuk-Nya itu bertentangan dengan selera nafsunya, sehingga mereka pun enggan mengikuti-Nya.

Allah berfirman,

"Dan adapun kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan." [Q.S. Fushshilat: 17]

"...Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya." [Q.S. Al Kahfi: 17]

"...Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." [Q.S. Al Baqarah: 258]

"...Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." [Q.S. Al Baqarah: 264]

"...Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." [Q.S. At Taubah: 24]

Dialah yang memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun menghendakin-Nya; dan menyesatkan siapa pun yang dikehendaki-Nya disebabkan kecenderungan jiwa, hati, akal, indera, dan fisik mereka pada kesesatan.

Allah berfirman,

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." [Q.S. Al Qashash: 56]

Kita harus senantiasa memohon petunjuk-Nya. Kita tidak boleh merasa sudah benar-benar berada dalam petunjuk sehingga tidak memerlukannya lagi.

Allah berfirman,

"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya." [Q.S. Maryam: 76]

"Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya." [Q.S. Muhammad: 17]

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kamu kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)." [Q.S. Ali 'Imran: 8]

Meneladani nama dan sifat Allah Al Haadii berarti kita seharusnya mampu membimbing diri sendiri dan orang lain agar istiqamah berpijak di jalan yang benar.

Allah berfirman,

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [Q.S. An Nahl: 125]

Sumber:

Rahasia Keajaiban Asma'ul Husna - Syafi'ie El Bantanie
Quantum Asma'ul Husna - Rachmat Ramadhana Al Banjari
Meneladani 99 Sifat Allah - Tim Al Firdaus
http://blog.muslim-indonesia.com/asmaul-husna/al-hadi

0 komentar:

Posting Komentar