KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat mustahil bagi Allah adalah sifat yang tidak layak atau tidak mungkin ada pada diri Allah dan sekiranya terdapat sifat tersebut akan melemahkan derajat Allah. Sifat-sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat-sifat wajib sehingga jumlahnya juga ada 20.

Yang termasuk sifat-sifat mustahil bagi Allah SWT adalah sebagai berikut:

1. 'Adam artinya tidak ada

'Adam merupakan kebalikan dari sifat wajib wujud (ada). Adanya alam semesta dan semua isinya membuktikan adanya Allah sebagai zat yang  maha Pencipta segala sesuatu. Mustahil kalau Allah  Tidak ada, maka siapa yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini? Secara akal tidak mungkin alam semesta diciptakan oleh manusia atau makhluk lainnya.

Allah berfirman, yang artinya:

"Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya lah kamu akan dihimpunkan. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?" [Q.S. al-Mu'minun 78-80]

2. Hudutz artinya baru atau ada permulaannya

Hudutz merupakan kebalikan dari sifat wajib qidam (dahulu). Mustahil Allah bersifat baru, karena sesuatuyang baru pasti ada yang menciptakan. Padahal Allah SWT adalah Sang Khalik pencipta semua makhluk-makhluk-Nya, tidak mungkin terjadi bahwa yang menciptakan itu akan didahului oleh apa-apa yang diciptakan

Allah berfirman, yang artinya:

"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." [Q.S. al-Hadid 3]

3. Fana' artinya musnah/binasa

Sifat fana' merupakan kebalikan dari sifat wajib baqa' (kekal). Mustahil Allah SWT itu rusak atau binasa. Apabila Allah SWT rusak atau binasa, maka sifat-sifat Allah itu sama dengan sifat makhluk-makhluk-Nya yang rusak dan binasa.

Allah berfirman, yang artinya:

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. [Q.S. ar-Rahman 26-27]

Dunia ini bersifat fana' (rusak) sebagaimana gambaran sebatang pohon yang tumbuh berkembang dan akhirnya mati

4. Mumaatzalatu lil Khawaaditzi artinya menyerupai sesuatu yang baru atau yang bermulaan


Sifat mumaatzalatu lil Khawaaditzi merupakan kebalikan dari sifat mukhaalafatu lil hawaaditzi (berbeda dengan segala makhluk). Mustahil Allah SWT sama dengan makhluk-Nya. Jika Allah SWT menyamai salah satu makhluk-Nya, tentulah Allah memiliki sifat kelemahan dan tidak kuasa untuk menciptakan alam semesta beserta isinya.

Allah berfirman, yang artinya:

"dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." [Q.S. al-Ikhlas 4]

5. Ikhtiyaaju Lighoirihi artinya membutuhkan sesuatu kepada yang lain

Ikhtiyaaju Lighoirihi merupakan kebalikan dari sifat qiyaamuhu binafsihi (berdiri sendiri). Mustahil Allah SWT membutuhkan kepada salah satu makhluk-Nya karena Allah SWT Maha Kaya dan seluruh alam semesta ini adalah milik-Nya.

Allah berfirman, yang artinya:

"... Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya)..." [Q.S. Muhammad 38]

6. Ta'addud artinya berbilang atau lebih dari satu

Ta'addud merupakan kebalikan dari sifat wajib wahdaniyah (esa). Allah itu Maha Esa dalam Zat-Nya, sifat-sifat dan juga af'al-Nya. Maka, mustahil bahwa Allah itu lebih dari satu karena akan menimbulkan perselisihan dan kehancuran.

Allah berfirman, yang artinya:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. [Q.S. al-Maa'idah 73]

7. al-'Ajzu artinya lemah

'Ajzun merupakan kebalikan dari sifat wajib qudrat (kuasa). Adanya alam semesta ini merupakan bukti bahwa Allah SWT kuasa terhadap segala sesuatu dan tak ada yang dapat melemahkan Allah.

Allah berfirman, yang artinya:

"...Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." [Q.S. Fathir 44]

8. al-Karaahah artinya terpaksa

Karaahah merupakan kebalikan dari sifat wajib iradat (berkehendak). Allah SWT itu Maha Berkehendak dan tidak ada sesuatau pun yang mampu menghalang-halangi apa saja yang sudah dikehendaki Allah. Mustahil Allah SWT dipaksa, diperintah, atau diancam agar mau menjadikan sesuatu atau tidak menjadikan sesuatu.

Allah berfirman, yang artinya:

"...Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." [Q.S. Huud: 107]

9. Jahlun artinya bodoh

Jahlun merupakan keballikan dari sifat wajib ilmu (mengetahui). Allah Maha Mengetahui segala sesuatu baik apa yang terjadi, yang akan terjadi maupun yang sudah terjadi, bahkan Allah juga tahu apa-apa yang dirahasiakan makhluk-Nya. Maka mustahil kalau Allah SWT itu memiliki sifat tidak tahu atau bodoh.

Allah berfirman, yang artinya:

"...Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [Q.S. al-Mujaadilah 7]

10. Mautun artinya mati

Mautun merupakan kebalikan dari sifat wajib hayat (hidup). Allah SWT adalah Maha Hidup, tidak ada permulaan atau pun penghabisan, dan tidak mengalami perubahan sama sekali bahkan tidak mengantuk dan tidak pula tidur.

Allah berfirman, yang artinya:

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur..."[Q.S. al-Baqarah 255]

11. Shomamun artinya tuli

Shomamun merupakan kebalikan dari sifat wajib sama' (mendengar) Mustahil Allah SWT bersifat shomamun atau tuli. Seandainya Allah SWT itu tuli pastilah mempunyai sifat kekurangan, cela dan noda. Allah SWT adalah Maha Sempurna dan tidak memiliki kekuarangan sedikit pun.

Allah berfirman, yang artinya:

"...Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Q.S. al-Baqarah 256]

12. 'Umyun artinya buta

'Umyun merupakan kebalikan dari sifat wajib bashor (melihat). Allah SWT Maha Melihat segala sesuatunya dan tidak ada satu pun benda yang terluput  dari penglihatan-Nya meskipun bersembunyi di lubang semut pun Allah akan melihatnya.

Allah berfirman, yang artinya:

"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati ... Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." [Q.S. al-Mu'min 19-20]

13. Bukmun artinya bisu

Bukmun merupakan kebalikan dari sifat wajib kalam (berbicara). Mustahil Allah SWT bersifat bisu. Seandainya Allah bersifat bisu bagaimana mungkin para Nabi dapat menerima wahyu.

Allah berfirman, yang artinya:

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat..."[Q.S. al-Baqarah 253]

Adapun tujuh sifat mustahil bagi Allah SWT berikut merupakan penguat dari tujuh sifat mustahil sebelumnya (sifat ma'nawiyah)

14. 'Aajizan artinya Maha Lemah
15. Kaarihan artinya Maha Terpaksa
16. Jaahilan artinya Maha Bodoh
17. Mayyitan artihnya Maha Mati
18. Asamma artinya Maha Tuli
19. A'maa artinya Maha Buta
20. Abkama artinya Maha Bisu


Referensi:

1. al-Qur'an
2. Aqidah Akhlak oleh Ahmad Adis al-Arif

1 komentar: