KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Tafsir Q.S. Al Baqarah: 57

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". {1} Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Q.S. Al Baqarah: 57)

{1} Salah satu nikmat Tuhan kepada mereka ialah: mereka selalu dinaungi awan di waktu mereka berjalan di panas terik padang pasir. Manna ialah makanan manis sebagai madu. Salwa ialah burung sebangsa puyuh.

Dalam ayat ini Allah swt. mengingatkan lagi kepada Bani Israel nikmat-Nya yang lain yang dilimpahkan-Nya kepada nenek moyang mereka dahulunya, ialah bahwa Allah swt. telah menaungi mereka dengan awan mendung dari teriknya panas matahari yang menimpa mereka. Hal ini terjadi ketika mereka meninggalkan negeri Mesir, menyeberangi laut Merah. Mereka sampai ke gurun pasir dan ditimpa panas terik yang amat sangat itu, mereka mengadu kepada Nabi Musa a.s. Begitu ia berdoa kepada Allah swt., memohon pertolongan untuk mereka, Allah swt. mengirim awan mendung untuk menaungi mereka, hingga mereka dapat berjalan Sampai ke negeri yang mereka tuju. Di samping itu Allah swt. mengaruniakan pula makanan untuk mereka, yaitu semacam makanan yang disebut "al manna" yang manis seperti madu, yang turun terus menerus sejak terbitnya fajar sampai matahari terbit. Di samping itu datang pula bahan makanan yang lain yang disebut "as salwa", yaitu semacam burung puyuh. Masing-masing mereka mengambil sejumlah yang cukup untuk makannya sampai keesokan harinya.

Allah swt. memerintahkan agar mereka memakan makanan yang baik-baik dari rezeki yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Makanan yang baik ialah makanan yang halal dan bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan badan.

Ini menunjukkan bahwa apapun yang diperintahkan Allah swt. kepada manusia, namun manfaatnya adalah untuk diri mereka sendiri, bukan untuk-Nya. Sebaliknya, apapun yang dilarang-Nya agar dijauhi oleh manusia, namun semuanya itu adalah untuk menyelamatkan mereka sendiri dari malapetaka yang akan menimpa mereka karena perbuatan itu.

0 komentar:

Poskan Komentar