KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Kan'an Yang Sombong

Iman dan hidayah itu urusan Allah. Jangankan manusia biasa, seorang nabipun seperti Nabi Nuh a.s. tak mampu membuka iman seseorang yang nota bene itu Kan'an anaknya sendiri. Ini dibuktikan dalam suatu riwayat ketika air bah melanda negeri itu sebagai kutukan Allah terhadap ummat Nabi Nuh yang ingkar.

Saat itu Nabi Nuh dan beberapa ummatnya beriman kepada Nabi Nuh sudah naik ke atas perahu menyelamatkan diri. Perlahan-lahan air bah itu mulai menggenangi negeri dan menenggelamkan rumah-rumah dan pepohonan.

Meski genangan air makin meninggi Kan'an putera Nabi Nuh tetap saja tak mau ikut ayah dan kaumnya yang lain dalam perahu. Dengan sombongnya, Kan'an naik ke gunung dan mengatakan dengan congkak bahwa tak mungkin air menggenangi gunung yang tinggi itu.

"Marilah anakku ikut kami ke dalam kapal bersama orang-orang beriman lainnya. Balak Tuhan telah datang ke negeri ini", himbau Nabi Nuh kepada anaknya. Dasar iman masih tertutup, Kan'an yang congkak itu tetap memilih berdiam di gunung bersama orang-orang kafir lainnya.

"Aku akan selamat berada di gunung ini", jawabnya congkak. Karena sudah tak bisa dinasehati lagi, dengan sedih Nabi Nuh membiarkan anaknya tak ikut bersama dalam perahunya. Ia berpasrah diri kepada Allah bahwa hanya Allah yang berhak membuka iman dan hidayah seseorang kendati itu terhadap anaknya sendiri.

Benar juga, air bah itu makin lama makin membumbung menenggelamkan Kan'an yang berlindung di puncak gunung itu. Kan'an anak kandung Nabi Nuh akhirnya tewas tertelan air bah dalam kekafiran di hadapan ayahnya yang tak bisa berbuat apa-apa.

0 komentar:

Poskan Komentar