KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Ikhlas Mensehatkan Jasmani Manusia

“(1.) Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (2.) dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, (3.) yang memberatkan punggungmu?.” (QS. Alam Nasyrah :1-3)

Ikhlas adalah keajaiban dalam diri manusia yang di anugrahkan Allah dalam kehidupan. Ikhlas juga kunci yang dapat membuka pintu-pintu jawaban atas segala persoalan kehidupan. Manusia hari ini terlalu mengagungkan-agungkan kemajuan peradaban modern, dengan segala pembangunan dan teknologi yang diciptakannya. Modernisasi memang membawa dampak positif bagi manusia, dengan segala kemudahan-kemudahan teknologinya dalam kehidupan. Tapi modernisasi juga ternyata membawa sisi negative, yaitu terjadinya krisis makna hidup, kehampaan spiritual, yang membuat tersingkirnya nilai-nilai Agama dan Tuhan dalam kehidupan. Akibatnya “Kehampaan Spiritual”  tersebut menjadi sumber krisis peradaban modern, yang akarnya berawal dari penolakan manusia terhadap hal-hal yang bersifat rohaniah (spiritual) dan menyingkirkannya secara gradual dalam kehidupan manusia.

Manusia modern, menjadi semakin sulit menemukan ketenangan batinnya. Hal tersebut disebabkan manusia modern, sulit menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidupnya. Baik keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Alam Semesta, atau dengan manusia lain, dan yang paling utama hubungannya dengan Tuhan (Allah). Kehidupan modern tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam nilai-nilai transeden (Ketuhanan), kebutuhan vital yang hanya bisa di gali melalui sumber “Wahyu Ilahi”. Hal tersebut membuat beberapa ilmuan, seperti Sayyd Hossein Nasr menyerukan kepada masyarakat modern untuk kembali kepada hikmah spiritual agama, dan membatasi diri dalam mengexploitasi kesenangan hidup duniawi. Sebab kondisi manusia ketika menghadirkan keberadaaan Tuhan, terbukti menghasilkan pengaruh baik (Ke-hancef-an) yang menyelubungi persepsi manusia terhadap realitas objektif Ilahi.

Hal di atas membuktikan bahwa manusia modern harus memikirkan kembali kehadiran Tuhan yang menjadi dasar (landasan) kebijakan hidup meraka. Manusia modern membutuhkan agama untuk mengobati krisis hidup yang di deritanya, agar mereka dapat menemukan kembali integritasnya dengan Alam dan Tuhan secara utuh. Sebab peradaban modern tidak dapat membuktikan dirinya mampu terlibat dalam proses perubahan dan menjadi (becoming) secara utuh.

Akibat dari “kehampaan Spiritual” tersebut terlalu banyak manusia modern yang hidup di dalam kadar stres yang cukup berat, emosi yang labil, hidup dalam ketakutan, rasa cemas yang berlebihan, mudah marah, sedih, dan panik. Akibatnya banyak manusia modern yang hidup dalam gangguan mental, yang dampak konflik kejiwaan tersebut mempengaruhi fisik manusia yang dapat menimbulkan penyakit fisik (psikomatis). Hal tersebut, berakibat pada ketidakbahagiaan hidup (krisis) manusia modern.

Stress adalah respon fisiologis, psikologis, dan prilaku dari seorang untuk mencari penyesuaian terhadap tekanan yang sifatnya internal maupun ekternal. Stress tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tetapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh.

Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan obat, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut tekanan darah, pilek, penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernafas, alergi, serangan jantung, hingga pembengkakan otak. Walaupun penyakit-penyakit tersebut bukanlah satu-satunya di sebabkan stres, tetapi secara ilmiah telah membuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu, biasanya bersifat kejiwaan.

Stres merupakan keadaan batin yang di liputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas, dan tekanan-tekanan lain yang dapat merusak keseimbangan hormon dalam tubuh manusia. Akibatnya tubuh manusia bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh.

Mulai kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat, penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi. Gula, kolesterol, dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah. Tekanan darah meningkat, dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak dan kadar kolesterol naik, maka hal tersebut dapat memunculkan masalah dan penyakit bagi tubuh manusia.

Stres juga dapat mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, dan hal tersebut dapat berakibat buruk bagi kesehatan jasmani manusia. Sebab stres membuat kadar adrenalin dan kortisol didalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, penyakit pernafasan, eksim dan psoriasis. Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak.

Stres dan penegangan saraf, serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang disebabkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah di daerah tertentu di sekitar kepala, dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut.

Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah, hal tersebut akan berakibat pada rasa sakit. Sebab suatu jaringan mengalami penegangan, sangat membutuhkan banyak darah, sedangkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Disaat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinetrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung ternyata juga di keluarkan. Hal tersebut, secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot.

Demikianlah rasa sakit akibat penegangan pada stres, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan yang memperparah rasa sakit. Salah satu dampak negatif dari serangan stres yang merusak jasmani manusia adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan, bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tak sabaran, dengki, suka memusuhi, dan mudah tersinggung, memiliki peluang terkena serangan jantung lebih besar, dari pada orang-orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat negatif tersebut.

Penyebabnya adalah, rangsangan berlebihan pada sistem syaraf Simpatetik, yaitu sistem saraf yang mengatur percepatan jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dan sebagainya. Yang di mulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Hal ini amat sangat penting, sebab tak ada satupun keadaan yang berujung pada penyakit jantung  koroner, yang memainkan peranan penting dan berbahaya pada penyakit tesebut, selain kelebihan insulin darah.

Para ilmuwan modern kedokteran telah mengakui, bahwa semakin parah tingkat stres seorang manusia, maka semakin lemah juga peran positif sel-sel darah merah di dalam darahnya. Menurut sebuah penelitian yang di kembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan alih teknologi Univesitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh manusia dapat di ukur. Pengkajian terhadap stres kajiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan tubuh dan berujung pada kerusakannya.

Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, hormon yang tidak seimbang akan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para ilmuwan di bidang ini menyatakan, pengkajian tentang stres kejiwaan dan raga menjelaskan, bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan tubuh dari berbagai penyakit termasuk kanker terkait dengan “Stres”. Kesimpulannya stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia, mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh manusia.

Ternyata “Kehampaan Spiritual” yang menjadi sumber krisis peradaban modern, mempunyai andil besar membentuk manusia modern yang rentan pada penyakit stres dan depresi. Stres adalah sumber rusaknya keseimbangan alamiah jasmani manusia, yang berdampak munculnya banyak penyakit mematikan dalam diri manusia. Dan ikhlas adalah air suci yang mampu menyembuhkan segala penyakit yang di akibatkan “Kehampaan Spiritual”, yang menjadi sumber penyebab stres yang menjangkiti kehidupan manusia-manusia modern.

0 komentar:

Posting Komentar