KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Ikhlas Setiap Waktu

“(41) hai orang-orang yang beriman,berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (42) dan bertasbihlah kepada-nya di waktu pagi dan petang (43) dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-nya (memohon diampun untukmu), supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah dia yang maha penyayang kepada orang-orang yang beriman.“(QS.AL-AHZAB : 41-43).

Allah SWT memberikan waktu pada manusia 24 jam sehari, sama dengan 1440 menit, juga 86.00 detik perhari. Tapi dia hanya memerintahkan hambanya, menyembahnya lima kali sehari, kalau setiap shalat hamba Allah menghabiskan waktu 5 menit, maka waktu yang dihabiskan beribadah dalam sehari hanya 25 menit saja. Artinya ia masih menyisakan waktu 1415 menit, yang sayang sekali apabila waktu tersebut tidak ia gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Begitupun dengan ibadah-ibadah lain, seperti zakat dikeluarkan setahun sekali, atau disaat seorang hamba memiliki kelapangan harta. Puasa pun hanya setahun sekali dibulan Ramadhan saja, apalagi ibadah haji yang diwajibkan hanya seumur hidup sekali, itupun bagi hamba-hamba yang memiliki kemampuan.

Kalau kita coba bersikap jujur dengan amal-amal kita, apakah dengan ibadah 25 menit sehari, artinya 750 menit sebulan (12,5 jam), atau 9000 menit setahun (150 jam / 6 ¼ hari). Lalu kita kalikan dengan umur manusia misalnya 60 tahun, maka amal ibadah kita hanya 375 hari seumur hidup kita (6 ¼ hari x 60 tahun). Artinya dari 60 tahun yang Allah berikan pada manusia hanya 1 tahun lebih 10 hari waktu yang di habiskan beribadah kepada Allah. Bukan bermaksud menghitung-hitung amal, tapi coba renungi, apakah dengan ibadah shalat 1 tahun 10 hari yang belum tentu sempurna, seorang hamba mampu membayar dosa-dosanya selama 60 tahun hidup di dunia.

Begitu banyak waktu yang manusia sia-siakan dalam hidupnya, untuk tidak ia gunakan beribadah kepada Allah. Kalau seorang hamba, hanya mengandalkan amalan shalatnya saja, untuk ia pertanggung jawabkan di akhirat nanti, artinya  ia telah menyia-nyiakan waktu 58 tahun 355 hari dalam hidupnya. Itu pun kalau ibadah shalatnya sempurna, kalau tidak sempurna (tidak ikhlas), tidak khusu, apalagi hanya untuk menyombongkan diri, maka hamba tersebut telah menghabiskan waktu dalam hidupnya, melakukan amal ibadah yang sia–sia.

Coba baca firman Allah ini:

“ (1) Demi masa (waktu) (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian (3) Kecuali orang–orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati, supaya mentaati kebenaran, dan menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. AL ‘ASHR : 1 - 3)

Waktu adalah amanah Tuhan yng diberikan pada manusia, untuk digunakan sebaik mungkin untuk mencari keridhoan Allah SWT. Sesungguhnya merugi manusia yang menyia-nyiakan waktuya, hanya untuk memuaskan hawa nafsu yang tak pernah ada habisnya. Semakin manusia mengejar nafsu duniawi, maka duniawi akan semakin menjauhi dan membudakinya. Hanya orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh lah yang beruntung, karena menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah, dimanapun, kapanpun, dalam situasi apapun.

Ikhlas disetiap waktu adalah memurnikan niat dan tujuan hanya kapada Allah yang dilakukan oleh hamba Allah disetiap aktivitas kehidupannya mulai ia bangun dari tidur hingga ia tidur kembali. Hamba Allah yang ikhlas disetiap waktu adalah hamba yang selalu berzikir menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya, ia selalu bertasbih kapada Allah diwaktu pagi dan petang. Sehingga setiap detik waktu dalam hidupnya, ia habiskan untuk beribadah dan berserah diri kepada Allah. Sesuai firmannya :

“(190) sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (191) yaitu : orang-orang yang mengingat Allah sambl berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali imran :190-191)

Mengingat Allah dimanapun ia berada, adalah ciri-ciri hamba Allah yang ikhlas disetiap waktu. Saat ia berdiri, duduk, atau berbaring dari mulai membuka mata hingga matanya terlelap kembali untuk mencari keridhaan Allah dengan berzikir dan bertasbih kepadanya. Hamba Allah yang ikhlas, disetiap mengawali aktivitas apapun dalam hidupnya ia akan memulainya dengan ucapan “bismillah”, sesuai firmannya:

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.”(QS.Al-fatihah : 1) 

Sebab apapun aktifitas yang di awali bismillah, maka aktifitas tersebut akan bernilai ibadah di mata Allah. Jadi aktifitas yang dilakukan hamba Allah, selama 24 jam di luar ibadah wajib, apabila ia awali dengan bismillah, maka aktifitas tersebut bernilai pahala di mata Allah. Sungguh beruntung hamba Allah yang setiap ucapan, tindakan, dan perbuatan dalam hidupnya bernilai ibadah di mata Allah.

Dan apapun hasil yang hamba tersebut dapatkan dari aktifitasnya, akan selalu ia syukuri dengan mengucapkan “Alhamdulillah”.

Sesuai firman-Nya dalam surat Al-fatihah:

“Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam” (QS.Al-fatihah: 2)

0 komentar:

Poskan Komentar