KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Anjuran untuk Memenuhi Hak Allah dan Hak Orang Tua

Allah SWT berfirman yang artinya, "Sembahlah Allah dan jangan kamu persekutukan dan dengan kedua orang tua berbaktilah." (An-Nisaa: 36).

Allah memerintahkan pada hambanya untuk beribadah dan tanpa persekutuan. Beribadah kepada-Nya adalah sewajib-wajib kewajiban dan sebesar-besar kebaikan, sebaliknya, meninggalkan peribadatan kepada-Nya adalah sebesar-besar kejelekan. Sesungguhnya peribadatan kepada-Nya merupakan sebab dari diciptakannya makhluk, dan sebagai sebab diutusnya rasul, dan juga sebab diturunkannya kitab.

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah pada Ku."

Ibadah adalah segala apa yang Allah cintai dan Allah ridhoi dari semua perkataan dan perbuatan. Wajib bagi hamba untuk melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah saja, dan tidak boleh cenderung pada selain-Nya dalam hal ibadah. Kita berdoa hanya kepada-Nya saja, meminta hanya kepada-Nya saja, meminta pertolongan hanya kepada Allah saja, dan beristighootsah hanya kepada Allah saja. Jika ditimpa kemadharotan, maka kembali kepada Allah, dan apabila mendapatkan kebaikan, bersyukur pada Allah. Dan, tidak boleh hatinya terikat dengan selain-Nya sebagai Rabnya dan Ilahnya. Hendaklah kita tidak terikat dengan selain Allah dalam mencari yang dicintai atau meninggalkan yang dibenci. Inilah hakikat beribadah kepada Allah.

"Barangsiapa yang mengaharap perjumpaan dengan Rabnya maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadat kepada Rabnya." (Al-Kahfi: 110).

Oleh sebab itu, wahai saudara-saudara seiman, marilah kita ikhlaskan diri kita dalam setiap peribadatan kita, dan ketahuilah hak Allah atas kita, dan laksanakan sekuat kemampuan kita.

Ketahuilah, sesungguhnya ketaatan kepada Allah tergantung juga sejauh mana ketaatan kita dengan kedua orang tua kita, dan juga bakti kita pada keduanya, dan berbuat ihsan kepada keduanya, dan mengetahui apa yang Allah wajibkan kepada kita untuk kedua orang tua kita. Sungguh, Allah telah menggabung dua ketaatan ini dalam beberapa ayat yang mengambarkan hak Allah dan hak dua orang tua, sebagaimana makna ayat dalam surat Luqman ayat 14: "Agar bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." Maka, wajib bagi kita untuk berbuat kebajikan dan kebaikan pada kedua ibu bapak kita dan berlemah lembut padanya, dan melaksanakan perintahnya yang tidak bertentangan dengan syariat.

Berkata ibnu Abbas r.a., "Tiga ayat diturunkan dengan qarinahnya (pendampingnya) tiga juga, yang tidak dapat ayat itu diterima begitu saja tanpa ada qarinahnya (pendampingnya), sebagai mana firman Allah, "Bersyukurlah kamu kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu."

"Apakah akan aku kabarkan kepadamu sebesar-besar dosa besar? yaitu syirik pada Allah dan durhaka pada kedua orang tua." (H.R. Bukhari).

Barangsiapa bersyukur pada Allah dan tidak bersyukur pada ibu bapaknya, maka tidak akan diterima oleh Allah SWT. Nabi s.a.w. menyatakan dalam salah satu riwayat: "Ridha Allah dalam keridhaan kedua orang tua, dan marah-Nya dalam kemarahan dua orang tua." (HR Muslim).

Dari ibnu ummar r.a. berkata, "Datang seorang laki-laki untuk minta izin pergi berjihad (fardu kifayah). Berkata Nabi s.a.w. kepadanya, 'Apakah orang taumu masih hidup?' Berkata dia, 'Masih'. Bersabda Nabi s.a.w., "Maka dengan keduanyalah kamu tinggal/berbakti (berjihad)'." (H.R. Muslim).

Siapa yang menanam kebaikan, maka ia akan mendapatkan hasil dari kebaikan itu. Orang yang berbakti kepada kedua ibu bapak adalah orang yang berpegang dengan hak-haknya. Allah mendampingkan antara hak-Nya dengan hak dua orang tua, dan syukur pada-Nya dengan syukur pada keduanya. Dari hak-hak keduanya adalah menghormatinya, dan berbuat ihsan kepadanya, dan mengerahkan jiwa harta untuk kemaslahatan keduanya, dan berusaha sungguh-sungguh untuk mendapat ridhanya.

Jika sudah tua, maka berlembutlah pada keduanya dan cintailah keduanya. Serta, pikullah beban yang ada pada keduanya, jangan membuat mereka susah. Tingkatkanlah bakti kita kepada keduanya ketika telah lanjut usia dan telah lemah, sebagaimana mereka berbuat kepada kita ketika masih kecil dan lemah. Hendaklah kita berlemah lembut padanya, terutama ibu. Dialah orang yang paling berhak dalam bakti dan amal baik kita. Dialah yang menangung penderitaan ketika hamil dan melahirkan kita. Maka, sesungguhnya durhaka kepada ibu bapak itu merupakan pengingkaran terhadap kebaikan yang telah diberikan kepada kita. Sungguh celaka mereka yang durhaka kepada ibu bapak. Sungguh akan mengalami kerugian seorang yang tidur dalam keadaan ibu bapak murka kepadanya. Meskipun dengan ucapah "ah", itu termasuk menyakiti orang tua yang tidak diperkenankan oleh Allah.

Wa qul robby irhamhumaa kamarobbayaani shoghiiro.

Yaa Allah, ampunkanlah kami, kesalahan-kesalahan kami, dan juga perbuatan yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada kami.

Sumber: Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar