KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Jangan Membanggakan Amalan



"Di antara tanda bergantung pada pekerjaan yang shalih adalah kurangnya keinginan untuk melakukan kemaksiatan."

Terkadang, ketika seorang muslim melakukan berbagai amal shalih, ia menyangka bahwa itu cukup untuk menyelamatkannya dari api neraka, dan memasukkannya ke dalam surga Allah s.w.t. Ia bergantung pada amalan-amalannya itu.

Ketika ia melakukan suatu kemaksiatan maka ia hanya cuek bebek. Dalam pikirannya, semua itu akan tergantikan oleh amalan-amalan shalih yang selama ini dilakukannya. Ia menggantungkan harapannya pada amalan-amalan itu, dan mengurangi rasa berharap kepada Allah s.w.t.

Sebenarnya, ini adalah sebuah kesalahan besar. Seorang muslim tidak akan pernah memasuki surga-Nya dengan amalan-amalan shalih saja, akan tetapi dengan rahmat-Nya. Selain itu, tindakan seperti ini juga merupakan sebuah bentuk kesyirikan, karena menggantungkan harapan pada selain-Nya. Padahal, dalam setiap shalat, kita melantunkan, "Kepada-Mu kami menyembah, dan kepada-Mu pula kami minta tolong."

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa seorang ahli ibadah ditanya ketika berada di dekat Mizan, "Apakah engkau ingin masuk surga dengan amalanmu atau rahmat-Ku?" Karena laki-laki ini merasa yakin dengan amalan-amalan yang selama ini dilakukannya, maka ia menjawab, "Dengan amalan-amalanku." Tatkala ditimbang, ternyata amalan-amalan itu tidak mampu memasukkannya ke surga, sehingga ia dilemparkan ke Neraka.

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa seorang pembunuh 99 jiwa dimasukkan oleh Allah s.w.t. ke surga-Nya, padahal ia belum melakukan amal shalih sedikit pun. Begitu juga halnya dengan seorang pelacur yang berhak memasuki surga-Nya, itu hanya karena menolong seekor anjing yang kehausan. Semua itu semata-mata karena rahmat Allah s.w.t.

Seorang mukmin sejati yang mengenal Tuhannya selalu bergantung pada Tuhannya, bukan amalan-amalannya.

0 komentar:

Poskan Komentar