KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Al-Mutakabbir (Maha Pemilik Kebesaran)


هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. [Q.S. Hasyr: 23]

al-Mutakabbir secara bahasa berarti kebesaran, angkuh, dan tidak tertundukkan. Allah al-Mutakabbir, artinya Allah Pemilik Segala Kebesaran. Kebesaran itu hanya milik Allah. Hanya Allah yang pantas menyandangnya. Sebab, Dialah Yang Maha Besar.

Demikianlah makna al-Mutakabbir. Sekarang, bagaimana bentuk meneladani nama dan sifat Allah al-Mutakabbir? Meneladani nama dan sifat Allah al-Mutakabbir berarti kita harus berpikir dan berjiwa besar. Kita harus percaya diri bahwa kita dapat menjadi orang yang berhasil.

Selain itu, kita juga harus rendah hati. Tidak boleh takabur (sombong) Ingatlah, kita berasal dari setetes air mani yang menjijikkan. Ke mana-mana, kita juga membawa kotoran dalam perut. Kita ini makhluk yang lemah, roboh jika diterjang peluru, dan lumpuh jika diserang virus. jadi, bagaimana mungkin kita bersikap takabur? Sangat tidak pantas bagi kita bersikap takabur!

Orang takabur adalah orang yang bodoh dan bohong. Bodoh karena dia tidak mengetahui bahwa kebesaran hanya milik Allah. dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman, "Kemuliaan adalah pakaian-Ku, kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa yang mencoba mengenakannya, akan Aku siksa." (H.R. Muslim)

Dia berbohong karena sesunggunya lemah. Namun, merasa dirinya hebat. Jangankan ditimpa musibah yang besar, digigit nyamuk malaria saja bisa sakit. Jadi, orang yang takabur adalah orang yang membohongi diri sendiri. Karenanya meneladani nama dan sifat Allah al-Mutakabbir adalah menjauhkan diri dari sifat takabur.

Akhirnya, marilah kita berdoa, "Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari setiap kejahatan yang sekarang dan yang akan datang, kejahatan  yang telah aku ketahui dan yang belum aku ketahui. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebaik-baik yang telah diminta kepada-Mu oleh hamba dan nabi-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan, yang telah dimohonkan terhindarnya kepada-Mu oleh hamba dan nabi-Mu." (H.R. Ibnu Majah dan Ahmad)

Manfaat Zikir al-Mutakabbir

Jika kita memperbanyak Ya Mutakabbir setiap hari, insya Allah akan dikaruniai kemampuan untu menundukkan musuh yang berbuat zhalim.

Wallahu A'lam

-----------------------------------------------------------------

Ke mana saja kau mengadapkan wajahmu
ke kutup utara yang dingin beku
ke kutup selatan yang dihuni haiwan putih biru
ke barat di rumah putih dikelilingi cctv baru
ke timur tengah di tempat si kejam menelan apa yang lalu
di situ dan di mana-mana ada wajah Al Mutakabbir
dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya
tidak bisa ditandingi lima kuasa vito penipu

engkau yang sombong angkuh
yang menukar-nukar kitab harian Talmudmu
atau engkau kumpulkanlah semua roket kegagahanmu
bariskan dari timur ke barat
acungkan ke langit atau ke mana sukamu
sedarlah dirimu bahwa kekuasaanmu itu hanya
sekecil zarah dibanding kekuasaan Al Mutakbbir
yang besar luas dari bumi ka langit lepas

mereka yang buta mata-hati mengikut telunjuknya
biarpun diseret membantu orang gila perang
demi kepentingan penyambung hayat diri sendiri
walau sahabat taulanmu diganyang tidak berperi
hingga air-mata mereka menutupi darah hamis membeku
ah! Bukankah engkau menyedut udara-Nya
tidakkah engkau bersyukur kepada-Nya
itulah kisah orang-orang yang kesasar belo
yang menolak Al Mutakabbir
akan jatuh tersungkur di atas hujung api-Nya!

Dia Al Mutakabbir Yang Maha Besar Yang Maha Agung
Dia ada di mana-mana
mata lahirmu tidak terjangkau rata
Dia tidak serupa apa
Dia tidak bisa diumpama apa
ketika matamu terhenti di satu titik apa itulah Dia nyata
pabila yang ada tiada Dia tetap ada
yang dzahir yang bathin adalah Dzatnya
kerana semua yang ada di bumi dan di langit
adalah ciptaan-Nya
engkau aku dan segalanya ciptaan-Nya adalah hak-Nya
engkau tidak berhak bertanya apa
tapi nanti Dia akan bertanya apa kepada engkau
kerana semuanya telah nyata di Kitab-Nya
itulah yang harus kau yakini
tidak ada secebis sangsi di dalam benakmu lagi
itulah yang harus kau insafi dan sedari!

[Suratman Markasan, Nutiara Rini, Sekudai Johor]

Sumber:

Rahasia Keajaiban Asma'ul Husna oleh Syafi'ie el Bantanie
http://www.gnosticman.org/2010/01/al-mutakabbir/

0 komentar:

Poskan Komentar