KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Tafsir Q.S. Al Baqarah: 63-64

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman), "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa". Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi. (Q.S. Al Baqarah: 63-64)

Allah mengingatkan kembali kesalahan lain dari nenek moyang orang Yahudi ketika Allah mengambil janji dari mereka, yaitu bahwa mereka akan beriman dan akan mengamalkan apa yang ada di dalam Taurat. Lalu Allah mengangkat bukit Tur ke atas kepala mereka untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya supaya mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh kepada Kitab Taurat itu.

Isi perjanjian tersebut ialah perintah Allah kepada mereka, "Peganglah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan tetaplah mengerjakan isinya, pelajarilah Taurat itu, perhatikan isinya dan amalkanlah hukum-hukum yang termaktub di dalamnya".

Ayat ini memberi pengertian bahwa orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum-hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya. Sudah sepatutnya ia pada hari kiamat dikumpulkan dalam keadaan buta. Dia tidak dapat melihat jalan kemenangan dan jalan kebahagiaan. Allah swt. berfirman:

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا. قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى

Artinya:
Berkatalah ia, "Ya Tuhanku! Mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?". Allah berfirman, "Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini, kamupun dilupakan (tidak diperdulikan)". (Q.S Taha: 125-126)

Apabila seseorang mengingkari syariat dan menyia-nyiakan hukum-Nya, berarti syariat itu tidak mempunyai bekas (pengaruh) apa-apa pada jiwanya. Sehubungan dengan pengertian ayat ini dapatlah dikatakan bahwa orang-orang yang hanya melagu-lagukan Alquran mereka tidak mendapat manfaat dari Alquran itu.

Maksud menuruti kitab-kitab suci ialah mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu.

Kemudian Allah memerintahkan agar mereka berpegang teguh kepada Al Kitab itu dan selalu mempelajarinya dan mengamalkan isinya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.

Sesudah Bani Israel mengambil perjanjian dari Allah swt., kemudian mereka berpaling dan tidak menepati isi perjanjian itu. Mereka banyak melanggar ketentuan-ketentuan dalam Taurat, baik oleh nenek moyang mereka zaman dahulu maupun oleh mereka yang hidup pada zaman kemudian. Umpamanya pada zaman mereka hidup di padang pasir Tih, mereka menentang Nabi Musa, menyakiti beliau, melawan segala perintah-perintahnya. Pada zaman kemudian mereka membunuh Nabi Yahya, mengingkari Isa a.s. bahkan merencanakan akan membunuhnya. Keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad saw. termasuk bukti penyelewengan mereka dari Taurat. Sudah sewajarnya mereka mendapat azab dari Allah swt. sebab penyelewengan penyelewengan itu atau Allah melenyapkan dari mereka nikmat untuk selama lamanya. Tetapi Allah tidak berbuat demikian karena kasih sayang-Nya. Mereka tidak dibinasakan dan Allah selalu membuka pintu tobat bagi yang ingin kembali ke jalan yang benar.

0 komentar:

Poskan Komentar