KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Tafsir Q.S. Al Baqarah: 49

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُمْ بَلاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. (Q.S. Al Baqarah: 49)

Dalam ayat ini, Allah swt. mengingatkan lagi kepada mereka tentang nikmat-nikmat-Nya yang lain, yaitu bahwa mereka telah diselamatkan-Nya dari kesengsaraan yang mereka alami, yang timbul dari kekejaman Firaun raja negeri Mesir, di waktu Bani Israel itu bertempat tinggal di sana.

Orang yang pertama-tama dari kalangan Bani Israel itu yang masuk ke Negeri Mesir, ialah Nabi Yusuf a.s. Kemudian saudara-saudaranya datang pula ke sana dan tinggal bersamanya. Selanjutnya, keturunan mereka itulah yang berkembang biak di sana, sehingga dalam masa 400 tahun saja jumlah mereka telah mencapai 600.000 orang. Penduduk asli telah terdesak karena Bani Israel itu giat bekerja dan memiliki pikiran yang lebih cerdas. Di samping itu mereka sangat mementingkan diri sendiri karena mereka masih tetap menganggap diri mereka sebagai sya`bullah. Sebab itu, mereka tidak mau bersatu padu dengan penduduk asli di sana dan tidak mau bekerja sama dan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Melihat keadaan yang demikian, maka penduduk asli negeri itu semakin merasa khawatir, sebab apabila Bani Israel itu semakin banyak jumlahnya maka mereka akan menguasai keadaan dan penduduk asli sendiri akan semakin terdesak. Oleh sebab itu mereka berusaha untuk melemahkan kekuatan Bani Israel itu. Mula-mula dengan mewajibkan kerja paksa kepada mereka. Kemudian semakin meningkat dengan pembunuhan anak-anak lelaki mereka dan hanya anak-anak perempuan mereka yang dibiarkan hidup. Raja Firaun memerintahkan kepada setiap suku-suku rakyatnya untuk membunuh setiap lelaki Bani Israel itu walaupun anak-anak kecil mereka.

Penderitaan yang dialami Bani Israel itu merupakan ujian bagi mereka karena mereka telah melupakan nikmat-nikmat dan mereka telah melakukan bermacam-macam dosa. Kemudian Allah swt. mengampuni dan menerima tobat mereka dan dikaruniakan-Nya pula nikmat yang besar, yaitu mereka diselamatkan-Nya dari kesengsaraan yang mereka alami dari kekejaman Firaun itu. Tetapi rahmat inipun merupakan ujian bagi mereka, apakah nantinya mereka akan mensyukuri nikmat itu atau tidak.

Kita Umat Islam dapat pelajaran yang berharga dari kisah Bani Israel itu. Allah swt. mula-mula telah melimpahkan bermacam-macam nikmat-Nya kepada umat Islam, sehingga umat ini telah bersatu di bawah panji-panji Islam dan hidup dalam persaudaraan yang kokoh, sehingga berhasil membangun negara Islam yang kuat, Akan tetapi kemudian terjadilah perpecahan di antara umat Islam, sehingga Allah swt. mendatangkan malapetaka kepada mereka.

Kerajaan Bani Abbas di Bagdad diruntuhkan oleh bangsa Tartar. Kemudian terjadi perang Salib dalam waktu yang panjang. Sementara itu bangsa-bangsa barat menyusup ke negeri-negeri Islam, menguasai sumber-sumber kekayaan sehingga umat Islam di mana-mana menjadi lemah, takluk di bawah kekuasaan kaum penjajah. Barulah akhir-akhir ini negara Islam dapat bangkit kembali dan berhasil memerdekakan negeri mereka dari kekuasaan penjajah.

0 komentar:

Poskan Komentar