KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Tafsir Q.S. Al Baqarah: 48

وَاتَّقُوا يَوْمًا لا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ

Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. {1} (Q.S. Al Baqarah: 48)

{1} Syafaat: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudarat bagi orang lain. Syafaat yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafaat bagi orang-orang kafir.

Allah memperingatkan kepada Bani Israel yang ada pada waktu turunnya ayat-ayat ini, agar mereka kembali ke jalan yang benar, yaitu mengikuti agama Allah, yang telah disempurnakan dengan wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dengan jalan itulah mereka dapat menjaga diri mereka dari azab Hari Kiamat yang tak akan dapat dibendung oleh siapa pun juga, tak seorang pun dapat menyelamatkan diri dari pada-Nya kecuali orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mengikuti syariat dan petunjuk-petunjuk-Nya.

Allah swt, menjelaskan bahwa pada Han Kiamat itu nanti tak seorang pun dapat memberikan pertolongan kepada orang lain dari azab-Nya dan setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing. Orang tak dapat pula turut memikul dosa orang lain, walaupun ia bersedia.

Dalam hubungan ini Allah swt. berfirman.

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ

Artinya:
Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Q.S. Al An'am: 164)

Dan Firman-Nya yang lain:

وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُربَى

Artinya:
Jika seorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu, tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya sendiri. (Q.S. Fatir: 18)

Dalam firman-Nya juga:

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ. وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ. وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ. لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

Artinya:
Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (Q.S 'Abasa: 34-37)

Walau peringatan ini ditujukan kepada Bani Israel, namun berlaku juga bagi umat Islam, agar kita selama hidup di dunia ini berusaha mempersiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya, agar kelak terhindar dari azab Allah pada hari kiamat kelak. Jalannya ialah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah swt. dan melaksanakan syariat-syariat-Nya.

0 komentar:

Poskan Komentar