KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Tafsir Q.S. Al Baqarah: 42

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, {1} sedang kamu mengetahui. (Q.S. Al Baqarah: 42)

{1} Di antara yang mereka sembunyikan itu ialah: Tuhan akan mengutus seseorang Nabi dari keturunan Ismail yang akan membangun umat yang besar di belakang hari, yaitu Nabi Muhammad saw.

Dalam ayat ini terdapat dua macam perintah Allah yang ditujukan kepada Bani Israel, yaitu:

1. Agar mereka jangan mencampur adukkan yang hak dengan yang batil Maksudnya, pemimpin-pemimpin Bani Israel itu suka memasukkan pendapat-pendapat pribadi mereka ke dalam kitab Taurat, sehingga sukar untuk membedakan mana yang benar, terutama dalam penolakan mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw. mereka membuat-buat alasan-alasan untuk menjelek-jelekkannya dan menyalah tafsirkan ucapan-ucapan nenek moyang mereka, sehingga mereka lebih berpegang kepada ucapan para pemimpin dan tradisi mereka dari pada menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Walaupun perintah itu ditujukan kepada Bani Israel, namun isinya dapat pula dihadapkan kepada kaum muslimin dari segala lapisan, terutama para pemimpin dan orang-orang yang memegang kekuasaan, sehingga ayat ini seakan-akan mengatakan:

Hai orang-orang yang memegang kekuasaan! Janganlah kamu campur adukkan antara keadilan dengan kelaliman. Hai para hakim! Janganlah kamu campur adukkan antara hukum dan suap. Hai para pejabat! Janganlah kamu campur adukkan antara tugas dan korupsi. Hai para sarjana! Janganlah kamu campur adukkan antara ilmu dan harta dan sebagainya.

2. Agar mereka jangan menyembunyikan kebenaran, pada hal mereka mengetahuinya. Maksudnya Bani Israel itu telah menyembunyikan kebenaran-kebenaran yang telah mereka ketahui dari kitab-kitab suci mereka, antara lain ialah berita dari Allah swt. tentang Nabi Muhammad saw. yang akan diutus sebagai penutup dari semua rasul-rasul Allah untuk seluruh umat manusia. Hal ini sengaja mereka tutupi terhadap rakyat umum, bahkan mereka berusaha menjelekkan Nabi Muhammad saw. untuk menghalangi manusia beriman kepadanya. Ayat ini mencela perbuatan mereka yang demikian itu dan setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan sesuatu yang benar.

Sesudah Allah menyampaikan seruan kepada mereka untuk beriman kepada Alquran, lalu pada ayat berikut ini Allah memerintahkan agar mereka senantiasa melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh syarak terutama mendirikan salat, menunaikan zakat dan tunduk serta taat kepada perintah-perintah Allah swt.

0 komentar:

Poskan Komentar