KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Ikhlas dan Bagiannya


Makna ikhlas berasal dari kholasho, bentuk akar katanya adalah khuluushon atau kholaashon, artinya jernih dan bersih dari pencemaran. Disebut kholashosy syai-u artinya sesuatu menjadi murni. Kholashtu ilaa syai-in artinya aku sampai pada sesuatu. Kholaashussamini artinya samin murni. 

Lafazh ikhlas menunjukkan pengertian jernih, bersih, dan suci dari campuran dan pencemaran. sesuatu yang murni artinya bersih tanpa ada campuran, baik yang bersifat materi maupun non materi. Ikhlas merupakan istilah tauhid, orang-orang yang ikhlas adalah mereka yang memurnikan keesaannya kepada Allah. Berniat melakukan ketaatan, bertujuan hanya kepada Allah, tanpa mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. 

Maka apabila sesuatu itu suci dari campuran dan bersih dari padanya dinamakan kholish (yang bersih), dan amal perbuatan yang suci dan bersih itu disebut ikhlas. Ikhlas itu kebersihan, berlawanan dengan isyrak (menyekutukan). Maka siapa yang tidak ikhlas, itu artinya dia telah menyekutukan (syirik). Hanya saja syirik itu mempunyai beberapa derajat, ikhlas dalam tauhid kebalikan dari syirik dalam uluhiyah. Syirik ada yang tersembunyi, ada yang jelas, begitu pula ikhlas. Ikhlas dan syirik sama-sama menyusup dari dalam hati, karena hatilah tempat terwujudnya. Ikhlas munculnya dari hati, yang diwujudkan dalam tujuan dan niat seorang hamba. 

Karena itu, ikhlas seorang hamba tidak dapat terlepas dari niatnya yang tulus, ucapannya yang jujur, tindakan dan perbuatan yang mewujudkan tujuannya. Sesuatu yang keluar dari niat yang murni hanya untuk taqorrub kepada Allah SWT. Itulah yang disebut ikhlas. Tindakan dan perbuatan yang disertai niat untuk mencari keridoan Allah, akan menghasilkan hamba–hamba Allah yang beramal dengan ikhlas. Jadi niat yang keluar dari hati seorang hamba, menjadi faktor penentu utama ikhlasnya seorang hamba. 

Ikhlas dalam pelaksanaannya memiliki bagian-bagian yang tidak dapat terpisahkan. Karena ikhlas tidak terpisahkan dengan tindakan dan perbuatan yang menentukan sikap hidup seorang hamba. Sikap-sikap inilah yang menjadi penting dalam ikhlas, agar pemahaman tentang ikhlas menjadi lebih luas dan mendalam.

0 komentar:

Poskan Komentar