KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Cahaya, Kehidupan dan Warna


Matahari hanyalah salah satu dari milyaran bintang-bintang berukuran sedang yang ada di jagat raya. Yang menjadikan matahari bintang terpenting di jagat raya bagi kita adalah ukurannya, hubungannya dengan planet-planet yang bergerak mengelilinginya dan sinar tertentu yang dipancarkannya. Kalau saja ada salah satu karakteristik matahari yang berbeda dari kondisi saat ini, niscaya tidak akan ada kehidupan di bumi. Sesungguhnya, matahari memiliki kondisi yang ideal bagi kehidupan untuk muncul dan tetap berlangsung di muka bumi.3 Inilah sebabnya kenapa para ilmuwan menyebut matahari sebagai "sumber kehidupan" di bumi.

Cahaya matahari adalah satu-satunya sumber panas, yang memanasi bumi dengan cara yang paling tepat, dan cahayanya membantu tumbuh-tumbuhan dalam melakukan fotosintesis. Telah lazim diketahui bahwa panas dan fotosintesis sangat penting bagi kehidupan. Selain itu juga, keberadaan siang hari dan dunia yang penuh warna tergantung kepada sinar yang dipancarkan dari matahari. Dalam hal ini, muncul pertanyaan dalam pikiran tentang bagaimana sinar-sinar ini, sumber energi utama untuk bumi, bisa ada. Jelaslah bahwa sinar-sinar ini, yang merupakan kunci kehidupan di bumi, bermanfaat untuk tujuan-tujuan penting tersebut, dan pada saat yang sama, memiliki semua karakteristik untuk hal itu, tak dapat dihubungkan dengan suatu kebetulan. Alasan untuk hal ini akan dapat dipahami dengan lebih baik jika struktur cahaya ini di teliti.

Energi yang dipancarkan oleh bintang-bintang bergerak dalam gelombang melalui suatu ruang hampa. Serupa dengan itu, cahaya dan panas juga dipancarkan oleh matahari, yang juga adalah sebuah bintang, sebagai energi dalam bentuk gelombang. Pergerakan energi yang dipancarkan bintang-bintang ini dapat dibandingkan dengan gelombang yang disebabkan oleh sebuah batu yang dilempar ke air danau. Sebagaimana halnya gelombang-gelombang di danau yang mempunyai panjang yang berbeda, demikian pula panas dan cahaya mempunyai panjang gelombang yang berbeda saat mereka menyebar.

Pada titik ini, mungkin ada gunanya untuk memberikan beberapa informasi tentang cahaya dengan panjang gelombang berbeda di jagat raya. Bintang-bintang dan sumber-sumber cahaya lain di jagat raya tidak memancarkan cahaya yang sama jenisnya. Sinar-sinar yang berbeda ini dapat dikelompokkan menurut panjang gelombang dan frekuensinya. Perbedaan panjang-panjang gelombang ini berada pada sebaran yang sangat luas. Sebagai contoh, panjang gelombang terpendek berukuran 1025 kali lebih kecil dibandingkan panjang gelombang yang terpanjang (1025 adalah angka yang sangat besar, terdiri dari angka 1 diikuti 25 angka nol dibelakangnya)4

Dalam seluruh spektrum, seluruh sinar yang dipancarkan oleh matahari dimampatkan ke dalam interval yang sangat pendek. 70% dari berbagai panjang gelombang yang dipancarkan matahari berada dalam suatu interval sempit, di antara 0.3 mikron sampai 1.50 mikron. (Satu mikron sama dengan 10-6 m) Dengan menyelidiki mengapa sinar matahari terbatas pada interval sempit seperti itu, kita sampai pada suatu kesimpulan menarik: sinar-sinar yang memungkinkan adanya kehidupan, dan warna, di bumi hanyalah sinar-sinar yang ada pada interval ini.

Fisikawan Inggris Ian Campbell, yang mendefinisikan desain luar biasa ini sebagai "sangat mengagumkan" dalam bukunya "The Energy and Atmosphere", menyinggung masalah ini:

"Bahwa radiasi dari matahari (dan dari banyak rangkaian bintang-bintang) harus terpusat ke dalam berkas spektrum elektromagnetik yang sangat kecil, yang menyediakan secara tepat radiasi yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan kehidupan di bumi, adalah sangat kebetulan."5

Bagian yang lebih besar dari daerah kecil radiasi yang dipancarkan oleh matahari dari spektrum elektromagnetik, suatu spektrum dengan suatu lebar tempat panjang gelombang terpanjangnya 1025 kali lebih besar dibandingkan yang terpendek, dinamai "cahaya tampak". Sinar-sinar yang terletak di bawah dan di atas interval ini, di sisi lain, mencapai bumi sebagai sinar-sinar infra merah dan ultra violet. Sekarang marilah kita lihat lebih lanjut sifat-sifat dari dua jenis sinar ini.

Sinar-sinar infra merah sampai di bumi dalam bentuk gelombang panas. Sinar-sinar ultra violet yang mengandung energi yang lebih besar, di sisi lain, dapat mempunyai efek yang berbahaya bagi makhluk hidup. Sinar-sinar infra merah melewati atmosfir, dan menyediakan panas, sehingga membuat bumi menjadi tempat yang cocok untuk kehidupan. Sinar ultra violet, pada sisi lain, hanya dapat mencapai bumi dalam laju tertentu. Jika laju ini sedikit lebih besar daripada ukuran saat ini, sinar ini akan merusak jaringan daging makhluk hidup dan menyebabkan kematian masal, sedangkan jika sinar ini sedikit lebih rendah, energi yang diperlukan oleh makhluk hidup tidak akan tercukupi.

Hal-hal tersebut di atas adalah detail-detail yang penting sekali bagi kehidupan. Dari uraian tentang fungsi-fungsi dan kegunaan-kegunaan sinar-sinar yang dipancarkan dari matahari, terlihat adanya keteraturan dan kontrol pada setiap sistem yang ada di dunia. Jelaslah, tidak mungkin sistem seperti ini, kesetimbangan yang rumit yang telah kita dalami secara singkat, dapat terbentuk dengan kebetulan.

Dengan meneliti elemen lain dari sistem yang tanpa cacat ini, sekali lagi kita lihat ketidakmungkinan terjadinya hal ini sebagai konsekuensi dari suatu kebetulan.

Catatan:

3. F.Press, R. Siever, Earth, New York:W.H.Freeman, 1986, hal. 4
4. Michael Denton, Nature's Destiny, The Free Press, 1998, hal. 51
5. Ian M.Campbell, Energy and Atmosphere, London: Wiley, 1977, hal. 1-2

0 komentar:

Poskan Komentar