KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Patahkan Panah


Di sebelah timur Tiongkok, ada satu keluarga yang mempunyai 20 anak. Mereka semua pandai berkuda dan memanah.

Suatu ketika, ayah mereka tiba-tiba jatuh sakit dan memanggil kedua puluh anaknya untuk berkumpul di hadapan tempat tidurnya. Sang ayah berkata, "Ayah sangat sedih, sepertinya penyakit ini terlalu parah untuk diobati dan Ayah terpaksa meninggalkan kalian selama-lamanya. Oleh karena itu, Ayah harap kalian bisa memberikan panah kalian, masing-masing satu buah. Anggaplah sebagai hadiah perpisahan kalian untuk Ayah."

Semua anaknya mencabut sebuah panah dari sarung masing-masing, dan meletakkannya di tempat tidur ayah mereka. Kemudian, si bungsu dipanggil untuk mendekat ke ayahnya. Ia diminta untuk mengambil 20 anak panah untuk dipatahkan sekaligus. Sekuat tenaga telah ia kerahkan untuk mematahkan kedua puluh anak panah itu, tetapi usahanya sia-sia. Ia hanya sanggup mematahkan sebuah anak panah.

Ayah mereka pun lantas berkata, "Kalian lihat tadi? Satu buah anak panah memang mudah dipatahkan. Lain halnya dengan 20 anak panah. Begitu juga kehidupan manusia. Kekuatan satu orang mungkin masih kurang. Tapi kalau semuanya bergabung, tentu akan tercipta kekuatan yang luar biasa. Bila suatu saat aku meninggal, aku harap kalian bisa hidup bersatu, supaya keluarga kita dapat tetap kuat dan kokoh." Sesudah menyelesaikan kalimat tersebut, ayah mereka pun menutup mata dan meninggalkan dunia ini.

Pesan Moral: 

Kekuatan kecil akan menjadi dahsyat jika digabungkan.

0 komentar:

Poskan Komentar