KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Seperti Apakah Gairah dan Semangat Orang-Orang Beriman


Dalam masyarakat-masyarakat yang jauh dari nilai-nilai al-Qur'an, kata "kegairahan" sering mengungkapkan perasaan gelisah, cemas, stress dan marah saat menghadapi peristiwa-peristiwa tertentu. Ia bukanlah perasaan positif melainkan sesuatu yang menyedihkan. Kegairahan orang-orang beriman, sebaliknya, adalah perasaan yang meluap-luap yang dialami karena memikirkan keindahan Allah, karunia-karunia-Nya, dan kehidupan abadi di surga.

Orang-orang yang tidak memiliki iman mengalami perasaan sedih karena mereka tidak bertawakal kepada Allah. Bertawakal kepada Allah berarti menjadikan Allah sebagai pelindung dan tempat bersandar. Karena orang-orang yang lalai tidak menghargai kebesaran Allah, mereka tidak dapat mengalami perasaan tawakal dan berserah diri. Tidak juga menjadikan Allah sebagai pelindungnya, mereka berharap akan menerima bantuan dari sumber-sumber keduniawian. Karena alasan ini mereka tidak dapat membebaskan diri dari ketakutan dan kecemasan.

Namun, orang-orang beriman tidak dilanda perasaan sedih sebagaimana dialami oleh masyarakat jahiliah berkat tawakal mereka kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang mengalami kegairahan iman yang dilukiskan oleh al-Qur'an, sebagai sifat orang-orang beriman. Itu disebabkan karena mereka sadar bahwa setiap kejadian diciptakan untuk tujuan Ilahi dan, dengan demikian, merenungkan dalam-dalam untuk memahami tujuan-tujuan Ilahi. Dengan menggunakan kesadaran, mereka dapat dengan mudah melihat tujuan-tujuan yang tersembunyi dalam detail-detail yang sangat lembut. Ketika dibandingkan dengan orang-orang yang lalai, mereka memperlihatkan kepekaan yang lebih besar terhadap kejadian yang sama, mendapat kesenangan dan kegairahan yang lebih besar darinya. Mereka mengalami kegairahan karena mengetahui bahwa mereka diciptakan bukan dari apa-apa dan masuk ke sebuah dunia yang penuh warna di mana ratusan ribu, bahkan jutaan keajaiban muncul bersama dalam waktu yang sama. Ke mana pun mereka memandang, mereka melihat keindahan Allah: alam semesta, angkasa, mata hari, bulan, kupu-kupu, jutaan binatang, tanaman, buah-buahan, dan sebagainya. Seorang mukmin merasa sangat berbunga-bunga ketika dia membayangkan semua ini.

0 komentar:

Poskan Komentar