KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Al-Quddus (Maha Suci)




Al-Quddus Adalah Zat Yang Maha Suci. Arti al-Quddus adalah suci. Dengan nama tersebut Baitul Maqdis dinamakan tempat yang didalamnya beberapa dosa disucikan. Surga juga disebut dengan Hathirah al-Quds karena surga itu merupakan tempat yang suci dari segala kejelekan dunia. Dan al-Quds juga bisa diartikan syariah karena kesucian dapat diambil dari syariah serta Allah menamakan mailakat Jibril dengan Ruh al-Quddus karena malaikat Jibril diciptakan dari kesucian yang murni yaitu diciptakan dari cahaya. Disamping itu Jibril merupakan utusan Allah untuk membawa kesucian atau Al-Quran dan Hikmah yang dapat mensucikan jiwa para hamba-Nya

Dan Kami memperkuatnya dengan Ruh al-Qudus“ (Q.S. 02 : Al-Baqarah : Ayat 87)

Dengan demikian arti dari al-Quddus pada nama yang diperkenalkan Allah kepada hamba-Nya adalah Zat Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, yang memberi berkah yang disucikan dari segala kekurangan, kecacatan dan dijauhkan anggapan-anggapan mempunyai istri dan anak serta sekutu. Yang dipuji dengan semua keutamaan dan kebaikan serta yang mempunyai semua sifat yang sempurna. Dan penamaan diri-Nya dengan al-Quddus mengandung pengertian perintah-Nya kepada hamba untuk mensucikannya.

Mensucikan Allah adalah bentuk ibadah yang paling agung dan yang merupakan bentuk ibadah seluruh penghuni langit dan bumi seperti malaikat, guruh, burung-burung, gunung-gunung, tumbuhan, tanah, batu dan lain sebagainya. Sehingga semua alam adalah tempat yang digunakan untuk beribadah yang dari segala penjuru dipenuhi oleh tasbih bagi penciptanya. Tak satupun yang ada di alam ini selain jin dan manusia yang kafir, kecuali mereka bertasbih kepada Allah

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Tak ada satupun melainkan bertasbih dan memuji-Nya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Q.S.  Al-Isra : Ayat 44)

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.“ (Q.S.  Al-Jumu’ah : Ayat 01)

Dengan pengertian tersebut dapat difahami bahwa perintah bertasbih mensucikan Allah dengan nama al-Quddus ini bukan hanya perintah yang diberikan kepada manusia saja tetapi juga perintah yang dilakukan oleh seluruh makhluk selain manusia dan mereka senantiasa dengan khusuk telah terus menerus memanjatkan dan mengamalkan zikir ini dengan cara mereka sendiri yang hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Ibadah zikir mensucikan Allah itu telah mensucikan seluruh alam ini, sehingga, seluruh alam ini menjadi suci untuk tempat beribadah kepada Allah SWT

Manusia sebagai makhluk yang mulia yang diciptakan dengan segenap sifat-sifat kemuliaan sebagai khalifah di muka bumi ini, tidak lagi mempunyai alasan yang yang cukup kuat untuk tidak memuliakan Allah dengan tasbih dan zikir al-Quddus ini, karena hakikat yang sesungguhnya dari mensucikan Allah itu adalah mensucikan diri sendiri secara lahir dan batin sehingga hati terjauh dari sifat-sifat buruk dan tercela yang akan merusak manusia itu sendiri secara langsung atau pun tidak langsung, lahir dan batin.

Allah Adalah Zat Yang Maha Suci, Dengan menyandingkan sifat al-Quddus ini dengan sifat al-Malik yang berarti Raja Yang Maha Suci akan membimbing kita mencapai kesempurnaan hidup yang sejati. Allah adalah Zat Yang Maha Suci dan Pemilik kesucian dan tentunya hanya akan berhubungan dengan hati hamba-hamba-Nya yang suci dan telah disucikan-Nya. Memanjatkan tasbih dan zikir dengan mengagungkan kuasa kesucian Allah juga pada hakikatnya adalah ikhtiar dan doa yang mengandung pengharapan beroleh ridha dan hidayah kesucian dari sang pemilik kesucian itu.

Sebagai ikhtiar, tasbih dan zikir dengan mengagungkan kesucian Allah melalui nama Al-Quddus ini berarti secara aktif kita sebagai manusia selalu berusaha dan terus menerus berbuat secara ikhlas menebar kebaikan dan menumbuhkan kebaikan itu dalam diri dan lingkungan serta membimbing hati untuk membangun prasangka yang baik. Menjadikan diri sebagai bagian dari rahmat bagi seluruh alam atau Rahmatan Lil Alamin merupakan aplikasi yang menjadi salah satu tujuan akahir dari ikhtiar zikir al-Quddus ini.

Sebagai doa, tasbih dan zikir al-Quddus ini adalah harapan dan upaya yang terus menerus untuk mewujudkan harapan tersebut dalam bentuk perbuatan, dalam realitas kehidupan. Sebuah doa akan lebih cepat dikabulkan Allah apabila disertai adanya keinginan yang kuat untuk mewujudkannya dalam bentuk perbuatan yang mengarah kepada pencapaian keinginan itu dari hati yang pasrah. Tidak ada sesuatu pun yang bergerak diatas bumi ini kecuali atas kehendak Allah. Semua berasal dari Allah dan semua pasti akan kembali kepada-Nya

Dengan mengambalikan seluruh upaya dan usaha yang disertai pengharapan dan doa, hanya Allah sebagai sebab, secara bertahap akan membukakan tabir makrifat berupa penyaksian akan kesucian yang sesungguhnya secara nyata lahir dan batin dalam Hathirah al-Quds tempat segala kejelekan dan keburukan disucikan.

Demikian semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua, dan memberikan kekuatan dan kesanggupan kepada kita untuk mewujudkan setiap doa dan tasbih serta zikir yang kita sanjungkan atas nama Kemahasucian-Nya dalam realita kehidupan kita. Aamiin

Sumber:  http://myrazano.com/al-quddus-adalah-zat-yang-maha-suci/

2 komentar: