KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Lucu Ya...


Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk nonton pertandingan sepakbola.

Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Mesjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.

Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila ketemu teman.

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.

Lucu ya, susah banget baca Al-Quran 1 Juz saja, tapi novel "best seller" 100 halamanpun habis dilalap.

Lucu ya, orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, dan berebut cari shaf paling belakang bila Jum'atan agar bisa cepat keluar.

Lucu ya, susahnya orang mengajak berpartisipasi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gosip.

Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi sering kita mempertanyakan apa yang dikatakan Qur'an.

Lucu ya, semua orang pinginnya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara atau melakukan apa-apa.

Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan "jokes" lewat "E-mail", tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua kali.

Siapakah dan Yang Manakah Anda?

Siapakah orang yang sibuk ?

Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah orang yang bijak?

Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada orang lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari.

-------------
Sumber : RISMA-IB

Al-Qahhar (Maha Menundukkan)


قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

"Katakanlah, 'Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Maha Penakluk.'" [Q.S. Ar-Ra'd: 16]

Al-Qahhar secara bahasa berasal dari kata "qahara" yang berarti menundukkan untuk mencapai tujuan, mencegah lawan dari mencapai tujuan, serta merendahkannya.

Allah Al-Qahhar, artinya Allah Maha Menundukkan segala yang ada di alam ini. Allah-lah yang menundukkan matahari, bumi, dan planet lainnya. Semuanya beredar di garis edarnya masing-masing. Allah pula yang menundukkan laut sehingga manusia dapat berlayar.
.
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

"Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang yang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran." [Q.S. An-Nahl: 12]

Allah juga menundukkan orang-orang yang menentang-Nya dengan bukti-bukti keesaan-Nya, dan menaklukkan seluruh makhluk dengan mencabut nyawanya. Imam Al Ghazali berkata: “Al Qahhar ialah Dzat yang menimpakan bencana kepada musuh-musuh-Nya dengan kematian dan kehinaan; bahkan tidak ada yang maujud kecuali semuanya berada di bawah kekuasaan dan qudrat-Nya, lemah dalam genggaman-Nya.”
.
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

"Dan Dialah yang berkuasa terhadap hamba-hamba-Nya. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Mengetahui." [Q.S. Al-An'am: 18]
.
هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

"Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." [Q.S. Az-Zumar: 4]
.
قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

"Katakanlah (ya Muhammad), 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." [Q.S. Shad: 65]

Siapa yang menundukkan semua itu kalau bukan Allah Al-Qahhar? Karenanya, manusia yang sadar akan hal itu pasti berucap sebagaimana yang telah diajarkan-Nya
.
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ

"Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya." [Q.S. Az-Zukhruf: 13]

Demikian makna Al-Qahhar. sekarang, bagaimana bentuk meneladani nama dan sifat Allah Al-Qahhar? Meneladani nama dan sifat Allah Al-Qahhar berarti kita harus mampu menundukkan hawa nafsu kita dan mengendalikannya. Sebab, hawa nafsu selalu menghalangi kita dari beribadah kepada Allah. Sedangkan, tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah di bumi.

Oleh karena itu, kita harus mampu menundukkan hal-hal yang dapat menghalangi tercapainya tujuan penciptaan kita, yaitu untuk beribadah kepada Allah dan memakmurkan bumi sebagai khalifah. Misalnya, kita harus mampu menundukkan (mengalahkan) sifat malas. Sebab, sifat malas membuat kita bersantai-santai. Padahal, kita memiliki tugas sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi.
.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [Q.S. Adz-Dzaariyaat: 56]
.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". [Q.S. Al-Baqarah: 30]

Sumber:

Syarah Singkat Asmaul Husna
Quantum Asmaul HUsna
Rahasia Keajaiban Asmaul Husna
http://blog.muslim-indonesia.com/asmaul-husna/al-qahhar
http://opi.110mb.com/haditsweb/index.htm

Makna Jihad

Jihad berasal dari kata "jahada" yang berarti "bersungguh-sungguh". Dengan melihat arti dasar dari kata jihad ini, akan didapati makna jihad yang sangat luas dan tidak terbatas pada areal perang. Lebih jauh lagi Imam an-Naisaburi dalam kitab tafsirnya menjelaskan arti kata jihad –menurut bahasa-, yaitu mencurahkan segenap tenaga untuk memperoleh maksud tertentu. Jihad merupakan rangkaian dari ajaran Islam "Amar ma`ruuf wa nahii munkar", dan sekali lagi akan kita jumpai makna yang sangat luas dan dalam darinya mengingat usaha-usaha amar ma`ruuf dan nahii munkar yang sangat banyak pula.

Al-Quran menggunakan arti kata jihad seperti diatas dalam beberapa ayatnya, seperti ayat berikut:
.
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dalam hal yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (QS. Luqman [31]: 15)

Makna jihad menurut bahasa (lughawi) adalah kemampuan yang dicurahkan semaksimal mungkin; kadang-kadang berupa aktivitas fisik, baik menggunakan senjata atau tidak; kadang-kadang dengan menggunakan harta benda dan kata-kata; kadang-kadang berupa dorongan sekuat tenaga untuk meraih target tertentu; dan sejenisnya. Makna jihad secara bahasa ini bersifat umum, yaitu kerja keras.

Sesungguhnya seorang mujahid sejati adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya untuk melakukan ketaatan kepada Allah.

الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ

Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang menundukkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah. (HR. Ahmad dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu’anhu dinilai sahih oleh al-Albani dalam as-Shahihah [549] as-Syamilah)

Sesungguhnya jihad yang diridhai Allah adalah jihad di jalan-Nya yang lurus, bukan di jalan yang menyimpang. Allah ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang/berjihad di jalan Kami niscaya Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik/ihsan (Qs. al-’Ankabut: 69)

al-Baghawi menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata tentang tafsiran ayat ini, “Yaitu orang-orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh di dalam ketaatan kepada Kami niscaya Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan untuk meraih pahala dari Kami.” (Ma’alim at-Tanzil [6/256] as-Syamilah)

Sumber:

http://www.pmij.org/index.php/content/view/93/44/
http://wisnusudibjo.wordpress.com/2009/03/02/makna-jihad-menurut-islam/
http://muslim.or.id/manhaj/teroris-bukan-mujahid-dan-mujtahid.html

Air Mendidih


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Kumpulan Cerita dan Motivasi 3


Disusun Oleh: Fajar Sujatmiko

1. Inilah Cinta

...Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. “Aku buta!” tegasnya dengan pahit. “Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku” Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri. Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan... baca lanjutannya

2. Ketika Rumahku Terbakar

...Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke rumahnya dan mendapati rumah kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah.

"Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis.

Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.

"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu... baca lanjutannya

3. Joanne Kathleen Rowling

Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa malu-malu menunjukan karyanya kepada teman-teman dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika... baca lanjutannya

4. Sayembara Menjadi Raja

...Namun sang raja ternyata bosan, ia ingin turun tahta dan mencari pengganti, namun uniknya ia tidak menyerahkan posisi raja kepada anak keturunannya, tetapi malahan mengadakan sayembara untuk mencari sosok yang pantas untuk menjadi raja. maka disebarlah pengumuman ke seluruh negeri bahwa raja akan mencari penggantinya. siapapun boleh menjadi raja, dari rakyat jelata sampai kaum bangsawan, dengan dua syarat yang harus dipenuhi.

syarat pertama; siapapun yang terpilih hanya boleh menjadi raja selama 5 tahun, tidak lebih tidak kurang. syarat yang kedua; setelah menjalani masa 5 tahun, maka raja yg terpilih akan dibuang dan diasingkan di pulau seberang laut... baca lanjutannya

5. Menghukum Tanpa Kekerasan

...Arun sangat malu untuk mengakui bahwa dia menonton film John Wayne sehingga dia menjawab "Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu". Padahal ternyata tanpa sepengetahuan Arun, ayahnya telah menelepon bengkel mobil itu. Dan kini ayahnya tahu kalau Arun berbohong.

Lalu Ayahnya berkata, "Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran kepada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan... baca lanjutannya

6. Ketika Jarak Memisahkan Cinta

...Setelah kembali ke rumah, kehidupanku berubah. Suara telp yg didambakan sewaktu dulu, merupakan suara yang sangat menakutkan. sekarang ini. Saya tidak lagi keluar rumah, juga menjadi seorang yang menyia-nyiakan diri, ayah mulai berpikir untuk pindah rumah. Dan dia? di belahan bumi yang lain, yang diketahui hanyalah saya telah membatalkan pertunangan kami, setiap telpon darinya tidak mendapatkan jawaban, setiap surat yang ditulisnya bagaikan batu yang tenggelam ke dasar lautan.

Dua tahun telah berlalu, saya secara perlahan telah dapat keluar dari masa gelap ini, memulai hidup baru, juga mulai belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Suatu hari, Siao Cien datang ke rumah merayakan ulang tahunku, serta memberitahu bahwa dia telah kembali, sekarang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang insinyur. Saya berdiam diri, tidak mengatakan apapun. Mendadak bel pintu berbunyi, orang rumah karena suara bel yang berbunyi berulang-ulang dan terdengar tergesa-gesa, tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ayah menyeretkan langkah kakinya yang berat, pergi membuka pintu. Saat itu, di dalam rumah mendadak hening, dia telah muncul, berdiri di depan pintu rumahku. Dia mengambil napas yang dalam, dengan perlahan berjalan ke hadapanku, dengan bahasa isyarat yang terlatih, dia berkata, ... baca lanjutannya

7. Kekuatan Terbesar Manusia

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan maha karya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan... baca lanjutannya

8. Renungan untuk Mencapai Kehidupan Lebih Baik

...Untuk itu kita harus sadar dan ingat bahwa hidup ini tidak semata-mata mengejar uang, harta, jabatan, tapi yang utama hidup ini harus kita isi dengan perbuatan perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.

Itu semua membuat kita merasa puas, bahagia, rendah hati dan mempunyai empati terhadap orang yang tidak seberuntung kita. Rejeki kita tidak akan habis, malahan rejeki kita akan lancar dan tidak terputus bila kita mau membagi sebagian dari rejeki kita untuk orang-orang yang memang benar-benar membutuhkan bantuan kita... baca lanjutannya

9. Ketika Aku Sudah Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ingatlah ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur... baca lanjutannya

10. Perjalanan Seorang Pahlawan

Bila Anda pernah melahap cerita-cerita hikayat atau mitos — baik dari dunia Timur seperti kisah Pandawa Lima dari Mahabharata, dari dunia Barat seperti mitos Hercules atau Odysseus, dari dunia dongeng seperti kisah Snow White dan Cinderella, dari dunia silat seperti kisah Kwee Ceng atau Thio Bu-ki, atau kisah dari dunia antar galaksi seperti Luke Skywalker dalam Star Wars, atau dongeng masa kini seperti kisah Frodo dalam Lord of the Rings dan Harry Potter — Anda akan menemukan sebuah benang merah dari cerita-cerita tersebut. Kesamaan tersebut terletak pada jalan hidup para pahlawan-pahlawan yang oleh ahli mitologi Joseph Campbell disebut Hero’s Journey.

Jalan hidup para pahlawan tersebut, menurut Campbell, selalu melewati 6 tahap penting: innocence, the call, initiation, allies, breakthrough, dan celebration. Pada tahap innocence, mereka adalah orang biasa. Kemudian mereka tiba-tiba mendapatkan panggilan hidup (the call) yang tidak bisa ditolak. Panggilan tersebut mengharuskan mereka melewati... baca lanjutannya

11. Visi Seekor Siput

..."Hei, siput tolol." salah seekor dari mereka mencibir.

"Pikirmu kemana kamu akan pergi."

"Mengapa kamu memanjat pohon itu?" berkata yang lain, "Di atas sana tidak ada buah ceri."

"Pada saat saya tiba di atas." kata siput, "Pohon cerinya akan berbuah."... baca lanjutannya

12. Lelaki Sejati

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati? Bunda menjawab, Nak...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran..... baca lanjutannya

13. Bocah Misterius

...Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.

Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa!

Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus... baca lanjutannya

14. Bisikan Bidadari

"Wahai kakakku, kenapakah lemah sungguh kaum hawa itu, asyik berteman tangis dan sendu sahaja."

Lalu berbicara si bidadari berwajah manusia, "wahai adikku, bukan wanita itu lemah dek kerana tangis dan sendunya. Tapi disitulah wahai adikku, kekuatan utuh tak ternilai andai pandai digunakan sebaiknya. Tangis sendunya wanita itu wahai adikku, bisa meleburkan ego seorang lelaki. Menjadi 'izzah' yang paling gah bahkan lebih gah dari kekuatan seorang lelaki. Kerana sendu-rayunya wanita itu, Musa a.s. terselamat dari kekejaman Firaun. Duhai adikku, lembut wanita itu bukan lemah, tapi senjata gagah."... baca lanjutannya

15. Keajaiban Hidup

...Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!"

Si Istri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan lelaki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian... baca lanjutannya

16. Maafkan Aku, Kawan

...Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."... baca lanjutannya

17. Kisah Papan Nama Penjual

..."Mengapa kau tuliskan kata DISINI? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kau berjualan DISINI, bukan DISANA?"

"Benar juga!", pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan, "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.

"Mengapa kau pakai kata SEGAR? bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"... baca lanjutannya

18. Mulai dari Diri Sendiri

...Tentu, ini akan membutuhkan ribuan kulit sapi, dan dengan biaya yang cukup besar.

Kemudian salah seorang rakyatnya yang bijaksana memberanikan diri untuk memberitahu kepada raja, "Mengapa Anda harus menghabiskan biaya yang tak diperlukan? Mengapa anda tidak memotong sepotong kecil saja dari kulit untuk menutupi kaki Anda? "Raja terkejut, tetapi ia kemudian menyetujui saran untuk membuat alas kaki dari kulit untuk dirinya sendiri.... baca lanjutannya

19. Gadis Kecil dan Kotak Emas

...“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu... baca lanjutannya

20. Pemuda di Dalam Kubah

..."Siapakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?", tanya Nabi Sulaiman keheranan.

"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu kalem.

"Bagaiamana engkau bisa memperoleh karomah semacam ini", tanya Nabi Sulaiman mengusut. Kemudian pemuda itu menuturkan riwayatnya sampai kemudian memperoleh karomah dari Allah bisa tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan... baca lanjutannya

Lima Syarat Melakukan Maksiat


Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, ''Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat. Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, ''Jika kamu mau menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh saja kamu melakukan maksiat.'' Lelaki itu dengan penasaran bertanya. ''Apa saja syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?'' Ibrahim bin Adham berkata,

''Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezeki-Nya.''

Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, ''Lalu aku mau makan dari mana? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah? ''Ya,'' tegas Ibrahim bin Adham. ''Kalau kamu sudah memahaminya, masih pantaskah memakan rezeki-Nya, sementara kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?''

''Yang kedua,'' kata Ibrahim, ''kalau mau bermaksiat, jangan tinggal dibumi-Nya!

Syarat ini membuat lelaki itu kaget setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, ''Wahai Abdullah, pikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kamu melanggar segala larangan-Nya?'' ''Ya, Anda benar,'' kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab,

''Kalau kamu masih mau bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!''

Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, ''Wahai Ibrahim, ini nasihat macam apa? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?'' ''Nah, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan berlaku maksiat?'' kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat. Ibrahim melanjutkan,

''Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, 'Mundurkan kematianku dulu. Aku masih mau bertobat dan melakukan amal saleh'.''

Kembali lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersadar, ''Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permohonanku?'' ''Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahwa kamu tidak bisa menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau bisa lari dari murka Allah?'' ''Baiklah, apa syarat yang kelima?'' Ibrahim pun menjawab,

''Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak menggiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau mau ikut bersamanya.''


Perkataan tersebut membuat lelaki itu tersadar. Dia berkata, ''Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.'' Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. ''Mulai saat ini aku bertobat kepada Allah,'' katanya sambil terisak.

Demi Allah semua perbuatan kita di dunia akan bersaksi………………..!!!!!!!!!

Delapan Kado Terindah


Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

Bacaan Ketika Mendengarkan Adzan

[1] “Seseorang yang mendengarkan adzan, hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, kecuali dalam kalimat: Hayya ‘alash shalaah dan Hayya ‘alal falaah. Maka mengucapkan:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
.
وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku rela Allah sebagai Tuhan, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agama (yang benar). (Dibaca setelah muadzin membaca syahadat). [2]

Membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam sesudah adzan. [3]

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، [إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

“Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. [4]

Berdoa untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa pada waktu itu dikabulkan. [5]

Keutamaan Beradzan

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya beradzan dan menempati saf pertama - di waktu shalat, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk memperolehinya itu melainkan dengan cara mereka mengadakan undian, nescayalah mereka akan melakukan undian itu. Juga andaikata para manusia mengetahui betapa besar pahalanya datang lebih dulu - untuk melakukan shalat, nescayalah mereka akan berlumba-lumba untuk itu. Demikian pula andaikata mereka mengetahui betapa besar pahalanya shalat Isyak dan shalat Subuh - dengan berjamaah, nescayalah mereka akan mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan berjalan merangkak." (Muttafaq 'alaih)

Alistiham ertinya mengadakan undian dan Attahjir ialah datang paling awa! untuk mengerjakan shalat - di masjid.

Dari Mu'awiyah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Para muadzdzin - ahli beradzan - itu adalah sepanjang-panjang leher manusia besok pada hari kiamat."(Riwayat Muslim)

Dari Abdullah bin Abdur Rahman bin Abu Sha'sha'ah bahawasanya Abu Said al-Khudri r.a. berkata padanya: "Sesungguhnya saya melihat engkau suka sekali pada kambing dan tempat-tempat di desa, maka jikalau engkau berada di tempat kambingmu atau di desamu, lalu engkau beradzan untuk bersembahyang, maka keraskanlah suaramu dengan beradzan itu, kerana sesungguhnya tiada seorang jin, manusia atau sesuatu apa pun yang mendengar dengungan suara muadzdzin itu, melainkan ia akan menjadi saksi untuknya pada hari kiamat."

Abu Said berkata: "Saya mendengar yang sedemikian itu dari Rasulullah s.a.w." (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Jikalau adzan dibunyikan untuk shalat, maka membelakanglah syaitan - yakni lari ke belakang - sambil berkentut, sehingga ia tidak mendengar lagi suara adzan tersebut. Selanjutnya jikalau adzan sudah selesai, maka ia datang lagi, sehingga apabila dibunyikan iqamat, maka sekali lagi ia membelakang, kemudian apabila bunyi iqamat telah selesai datanglah ia kembali sehingga ia mengusikkan - yakni menggoda - antara seseorang itu dengan hatinya sendiri sambil mengucapkan: "Ingatlah ini dan ingatlah itu," iaitu sesuatu yang tidak diingatnya sebelum ia bersembahyang itu, sampai-sampai seseorang itu tidak lagi mengetahui, sudah berapa rakaat ia bersembahyang." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma bahawasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau engkau mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muadzdzin, kemudian bacalah shalawat untukku, kerana sesungguhnya saja barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali shalawatan, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali, selanjutnya mohonlah wasilah kepada Allah untukku, sebab sesungguhnya wasilah itu adalah suatu tingkat dalam syurga yang tidak patut diberikan melainkan kepada seseorang hamba dari sekian banyak hamba-hamba Allah dan saya mengharapkan agar sayalah hamba yang memperolehi tingkat wasilah tadi. Maka dari itu barangsiapa yang memohonkan wasilah untukku - kepada Allah, wajiblah ia memperolehi syafaatku." (Riwayat Muslim)

Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. .bersabda;

"Jikalau engkau semua mendengar adzan, maka ucapkanlah, sebagaimana yang diucapkan oleh muadzdzin." (Muttafaq 'alaih)

Dari Jabir r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang ketika - sudah selesai - mendengarkan adzan lalu mengucapkan - yang ertinya: "Ya Allah yang Maha Menguasai doa yang sempurna serta shalat yang akan didirikan ini, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan, bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan," maka akan dapatlah ia memperolehi syafaatku pada hari kiamat." (Riwayat Bukhari)


Dari Said bin Abu Waqqash r.a. dari Nabi s.a.w. bahawasanya beliau bersabda:

"Barangsiapa yang ketika - telah selesai - mendengarkan adzan lalu mengucapkan - yang ertinya: "Saya menyaksikan bahawasanya tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya dan bahawasanya Muhammad adalah hamba dan pesuruhNya. Saya rela dengan Allah sebagai Tuhan, dengan Muhammad sebagai rasul dan dengan Islam sebagai agama," maka diampunkanlah dosanya." (Riwayat Muslim)

Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Doa itu tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.


---------------------------------

[1] HR. Al-Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288.
[2] HR. Ibnu Khuzaimah 1/220.
[3] HR. Muslim 1/288.
[4] HR. Al-Bukhari 1/152. Untuk kalimat: Innaka laatukhliful mii’aad, menurut riwayat Al-Baihaqi 1/410, Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, hal. 38.
[5] HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/262.

Riyadhus Shalihin

Al-Ghaffar (Maha Pengampun)

.
Al-Ghaffar secara bahasa berasal dari kata "ghafara" yang berarti menutup. Al-Ghaffar, artinya Dia menutup dosa-dosa hamba-Nya karena kemurahan dan anugerah-Nya.

Allah Al-Ghaffar, artinya Allah Maha Pengampun atas segala dosa dan kesalahan. Ampunan Allah itu luas tak bertepi. Lebih luas dari seluruh dosa manusia. Allah akan mengampuni siapa saja yang memohon ampunan kepada-Nya.

Allah berfirman:
.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Az Zumar: 53)

Allah bukan hanya mengampuni dosa manusia yang memohon ampunan kepada-Nya, tapi juga menggantinya dengan kebaikan. Al-Qur'an menegaskan, "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan kebajikan, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Q.S. Al-Furqan: 70)

Demikian makna Al-Ghaffar. Sekarang, bagaimana bentuk meneladani nama dan sifat Allah Al-Ghaffar? Meneladani nama dan sifat Allah Al-Ghaffar berarti kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain. Kita tidak boleh dendam kepada-Nya.

Al-Qur'an menegaskan, "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan mulia." (Q.S. Asy-Syura: 43)

Selain itu, kita juga dituntun untuk menutupi aib orang lain dan tidak membeberkannya. Ingatlah pesan Rasulullah SAW dalam haditsnya, "Seseorang yang menutupi aib orang lain di dunia, niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kemudian (akhirat)." (H.R. Muslim)

Ada satu kisah,

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:

Bahwa Nabi SAW bersabda: Di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima?

Pendeta itu menjawab: Tidak! Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan.

Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadnya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima?

Orang alim itu menjawab: Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan!

Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya. Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya.

Malaikat rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah.

Malaikat azab berkata: Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun. Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka, yang segera mereka angkat sebagai penengah.

Ia berkata: Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya. Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju, sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat.

(sahih Muslim No.4967)

Akhirnya, marilah kita berdoa, "Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (Q.S. Al-A'raf: 23)

Sumber:

http://braderhud00.blogspot.com/2008/10/al-ghaffar-maha-pengampun.html
Rahasia Keajaiban Asma'ul Husna

Cangkir Yang Cantik


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara, "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

***

Teman, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk Anda.

Al-Mushawwir (Maha Pembentuk)


هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Hasyr: 24)

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِز الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَز فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu. (Q.S. Al-Infithar: 6-8)

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. ali-Imran: 6)

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (Q.S. Al-A'raaf: 11)

اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-Mu'min: 64)

Al-Mushawwir secara bahasa berasal dari kata "shawwara" yang berarti memberi rupa dan subtansi bagi sesuatu, sehingga menjadi berbeda dengan yang lainnya.

Allah al-Mushawwir, artinya Allah Maha Membentuk Rupa pada semua ciptaan-Nya. Manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan segala yang ada di alam ini diberi bentuk rupa yang terbaik oleh Allah. manusia adalah makhluk yang diberi bentuk rupa paling baik.

al-Qur'an menegaskan, "sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (Q.S. At-Tin: 4)

Kita bisa lihat wajah manusia, tidak ada yang sama. Alah-lah yang memberi bentuk wajah-wajah manusia itu. Ibarat sebuah bangunan yang telah selesai dibuat maka perlu diperindah dan diperhalus. Demikian pula dengan penciptaan manusia. Allah menciptakan manusia dengan ukuran tertentu yang tepat (Al-Khaliq), mengadakannya ke alam dunia dari tiada (Al-Bari'), kemudian memberikan bentuk rupa yang bagus (Al-Mushawwir).

Demikianlah makna Al-Mushawwir. Sekarang, bagaimana bentuk meneladani nama dan sifat Allah Al-Mushawwir? Meneladani nama dan sifat Allah Al-Mushawwir berarti ketika membuat sebuah karya, buatlah sebagus-bagusnya. Tidak hanya asal jadi, melainkan indah dan bermanfaat. Misalnya, kita membuat kursi dari anyaman rotan, buatlah dengan semenarik dan sebagus mungkin. Dengan demikian, selain memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi, kita juga telah meneladani Al-Mushawwir.

Akhirnya, marilah kita berdoa, "Ya Allah Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah pula akhlakku." (H.R. Ahmad)

Sumber:

Rahasia Keajaiban Asma'ul Husna
Syarah Singkat Asma'ul Husna
Quantum Asma'ul Husna

Rahasia Keutamaan Membaca Basmallah (Bismillahirrohmannirrohiim)

Ketahuilah, bahwa membaca Basmallah itu banyak mengandung rahasia didalamnya. Dimana Basmallah tercantum dipermukaan semua kitab. Sebagaimana Nabi SAW pernah bersabda : “Sesungguhnya Basmallah itu adalah merupakan pembukaan dari semua kitab.”

Al-Hafiezh Abi Nu’aim pernah berkata kepada Abu Bakarin Muhammad Al Maghribi At Tunisie, bahwa seluruh Ulama telah sepakat jika pembukaan Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rosul-Nya itu dimulai dengan Basmallah. Semua pekerjaan yang berfaedah yang tidak dimulai dengan Bismillahirrohmannirrohiim, dikatakan didalam sebuah Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Rahawi, maka akan putus (hilang berkatnya).

Jadi, pekerjaan (perbuatan) apapun, apalagi yang jelas-jelas bersifat ibadah, jangan lupa mulai dengan mengucap : Bismillahirrohmannirrohiim agar tidak terputus keberkahan dari nilai pekerjaan (perbuatan) itu sendiri. Didalam Hadist yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah yang bersumber dari Abu Hurairah ra bahwa Rosulullah SAW bersabda : “ Tiap amal perbuatan yang dianggap baik tetapi tidak dibacakan Basmallah ketika akan memulainya, maka perbuatan itu menjadi buntung alias terputus dari Rahmat Allah SWT.”

• Perhatikan Hadist Nabi SAW masih bersumber dari Abu Hurairah ra dengan sedikit perbedaan redaksi dan ditambah seorang lagi yang meriwayatkannya yaitu An-Nasa’i :
Artinya : “ Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah telah mengeluarkan Hadist dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW bahwasanya beliau telah bersabda : “Setiap perkara yang penting yang tidak dimulai dengan (membaca) Bismillahirrohmannirrohiim, maka ia (perkara) itu akan buntung, artinya sedikit faedahnya dan barokahnya.” ( HR Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah )

• Dan Hadist Nabi SAW :
Artinya : “Daraqutni pernah mengeluarkan Hadist dari Ibnu Umar ra bahwa Rosulullah SAW bersabda : “Malaikat Jibril, apabila datang kepadaku dengan membawa Wahyu (dari Allah) yang pertama kali disampaikannya kepadaku adalah (lafadz) Bismillahirrohmannirrohiim.” ( HR Daraqutni )

• Kemudian Hadist Nabi SAW :
Artinya : “Ibnu Sunny dan Dailami mengeluarkan Hadist Marfu dari Sayyidina Ali ra : “Jika engkau jatuh dalam kesulitan maka ucapkanlah : Bismillahirrohmannirrohiim, wa laa haulaa wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim. Artinya, Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi Lagi Yang Maha Agung. Maka Sesungguhnya Allah SWT akan menghindarkan dengan (sebab bacaan) itu apa yang Ia kehendaki dari bermacam-macam cobaan.” ( HR Ibnu Sunny dan Dailami )

• Kemudian Hadist Nabi SAW :
Artinya : “Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra dia berkata : Rosulullah SAW telah bersabda : “Barangsiapa yang mengucapkan Bismillahirrohmannirrohiim, wa laa haulaa wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim. Artinya : Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi Lagi Yang Maha Agung, maka Allah akan membebaskan dari padanya 70 (tujuh puluh) pintu dari berbagai macam bala’ (cobaan), dan kesulitan, kegundahan serta dosa-dosa kecil.”

• Dan Hadist Nabi SAW yang ini :
Artinya : Dari Anas bin Malik ra berkata : Rosulullah SAW bersabda : “Seandainya pepohonan dijadikan qolam (pena) dan lautan dijadikan tinta serta Jin, Manusia dan Malaikat berkumpul untuk menulis makna Bismillahirrohmannirrohiim selama ribuan tahun lamanya, niscaya mereka tidak akan mampu menulis sepersepuluhnya pun.
Saudaraku sesama muslim.

Basmallah bila kita ucapkan disuatu pekerjaan yang baik dan dengan ucapan yang ihklas maka berarti kita telah mengakui Kekuasaan dan Kebesaran Allah sekaligus menyadari sepenuhnya bahwa berhasil dan gagalnya usaha yang sedang kita lakukan itu tergantung kepada izin Allah. Usaha dan perjuangan manusia hanyalah sebagai sarana dalam berikhtiar belaka.

Didalam sebuah hikayat diterangkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang wanita yang Sholehah, mempunyai seorang suami yang Munafik. Wanita tadi sering mengucapkan Basmallah (Bismillahirrohmannirrohiim) pada setiap akan memulai pekerjaannya, yang mana hal ini sangat menjengkelkan hati suaminya. Akhirnya sang suami (yang munafik ini) berkata dalam hati : Aku akan mencari jalan buat membuat malu kepada istriku, agar bisa luntur kesholehannya.”

Maka pada suatu hari, dipanggilnya istrinya lalu berkata : ”Coba simpan guci ini ditempat yang aman.”Tetapi tanpa setahu istrinya, guci itu diambil kembali oleh sang suami dan dilemparkan guci tersebut kedalam sumur. Kemudian sang suami memanggil istrinya dan meminta mengambilkan guci itu dari tempat yang disimpannya semula.

Sang istri tanpa ragu pergi ke tempat itu dan dengan mengucapkan Basmallah (Bismillahirrohmannirrohiim). Bersamaan dengan itu Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk dengan secepatnya mengembalikan guci itu ke tempat asalnya, lalu guci itu diambil oleh sang istri dan diberikannya kepada suaminya. Sang suami keheranan, dan akhirnya ia insyaf dan bertaubat menyesali perbuatannya selama ini, dan Allah SWT mengampuninya, lantaran berkat Basmallah yang selalu diucapkan oleh istrinya itu. “

Juga dihikayatkan, bahwa ada Syetan gemuk berjumpa dengan Syetan kurus , lalu Syetan gemuk berkata kepada Syetan kurus : Apa yang menyebabkan engkau bisa menjadi kurus begini ? “

Syetan kurus menjawab : Aku ditugaskan Iblis menggoda seorang manusia yang bila ia masuk rumahnya mengucapkan Basmallah, pokoknya dari segala tingkah lakunya selalu mengucapkan Basmallah, maka inilah (badanku menjadi kurus) akibat yang kuperoleh.” Kemudian Syetan gemuk berkata : Kalau aku ditugaskan menggoda seorang manusia yang tidak kenal sama sekali dengan ucapan itu, karena itu aku bisa leluasa menemaninya dalam makan, minum, pakaiannya, kawinnya, setelah itu aku menungganginya seperti menunggangi binatang tunggangan.”

Saudaraku sesama muslim.
Demikianlah diantara khasiat,rahasia dan keutamaan Basmallah. Dan hal tersebut memang telah dianjurkan oleh Nabi SAW yaitu ucapan Basmallah untuk memulai sesuatu dalam segala urusan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “ Jika salah seorang diantara kamu makan maka hendaklah ia menyebut nama Allah : Bismillahirrohmannirrohiim. Dan jika terlupa dan baru teringat setelah beberapa saat maka hendaklah ia mengucapkan : Bismil Laahi Awwalahu Wa Aahirohu.” ( Dengan Nama Allah pada permulaan dan akhir).

Diterangkan dalam sebuah Hadist bahwa suatu ketika Rosulullah SAW melihat seorang yang sedang makan dengan lahapnya. Tidak lama kemudian terlihat Rosul tersenyum (tertawa perlahan). Melihat demikian, Sahabat bertanya : Ya Rosulullah kenapa tiba-tiba tersenyum melihat orang yang sedang makan itu. Rosulullah SAW menjawab : Orang itu ketika makan tadi lupa mengucap Basmallah, tetapi ketika teringat, ia mengucapkan : Bismil Laahi Awwalahu Wa Aahirohu ( Dengan Nama Allah pada permulaan dan akhir). Mendengar ucapan Basmallah tersebut spontan Syetan yang tadi ikut makan bersama orang itu (karena orang yang makan tanpa mengucapkan Basmallah, Syetan ikut makan bersamanya) mengerang kesakitan dan muntah-muntah semua makanan yang sudah berada didalam perut Syetan dikeluarkan kembali.

Itu sebabnya kenapa Rosulullah SAW tersenyum.
Saudaraku, satu lagi setentang khasiat Basmallah, seorang Mubaligh berkata, bahwa didalam kubur itu penuh (banyak sekali) Ular berbisa, Kalajengking serta binatang berbisa lainnya yang siap menggigit ahli kubur. Dikatakan penangkalnya adalah : Banyak-banyak dzikir dengan ucapan Bismillahirrohmannirrohiim.

Oleh: H. Sunaryo A.Y., dari: http://hajisunaryo.multiply.com/journal/item/10/10

Air dan Kopi


Kopi : “Janganlah kamu meremehkan secangkir kopi kecil seperti saya. Hargaku cukup mahal. Orang yang minum saya mendapatkan hasil menakjubkan. Jiwa mereka jadi enteng dan rasa lelah pun akan hilang sehingga tidak lagi ngantuk”

Bir : “Mana bisa kopi dibandingkan dengan air seperti saya. Bir adalah minuman terbaik di dunia. Setelah minum, orang akan menjadi bersahabat dan romantis. Selain itu, bir lebih mahal dari kopi, bisa 8x lipat dari harga kopi. Belum termasuk tip lho!”

Kopi : “Oke.. Walaupun saya bukan yang terbaik, saya lebih baik dari yang lain. Paling tidak saya harus bertanya kepada segelas air jernih untuk lebih meyakinkan. Ia hanya minuman gratis di meja ini. Ia tidak berharga sama sekali. Haha.. Menggelikan!”

Air jernih : ”Jangan memandang rendah saya. Walaupun saya lebih tak berharga dibanding kalian dalam restoran ini, di gurun pasir saya adalah minuman yang paling menyenangkan”

Teh : “Air jernih masuk akal. Ijinkanlah saya, Merk Special teh Oo Long memberikan penjelasan. Di dunia ini, tidak ada perbedaan nyata atas segala sesuatu yang berharga. Segalanya berharga dan indah apa adanya. Dalam batas-batas nilai uang, teh yang bagus, seperti diriku berharga Rp.50.000.-/ons. Saya tidaklah lebih murah dari kalian berdua. Banyak orang tak peduli pada kopi dan bir, tapi mempunyai minat khusus pada diriku. Dalam menulis dan berpikir, secangkir kopi adalah teman yang baik. Saat bergaul dan perayaan, segelas bir yang baik akan terasa begitu menyenangkan. Dan untuk menghilangkan haus dan menambah cairan tubuh, air jernih adalah yang penting sebagai penyelamat hidup. Maka itu, segala sesuatu di dunia ini memiliki kualitas unik masing-masing. Tak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain. Bila kamu air, perankanlah air sebaik-baiknya. Bila kamu kopi, perankanlah kopi sebaik-baiknya”

---
Segala sesuatu adalah diri sendiri, tak perlu memutuskan baik vs buruk. Jika kamu adalah segelas air jernih, jangan merasa rendah diri. Air mempunyai artinya sendiri.

Al-Bari' (Maha Mengadakan)

.
Salah satu Al-Asma`ul Husna adalah Al-Bari` (البَارِئُ), seperti yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan:
.
هُوَ اللهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
.
“Dia-lah Allah Al-Khaliq (Yang Menciptakan), Al-Bari’, Al-Mushawwir (Yang Membentuk Rupa), Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik.” (Al-Hasyr: 24)
.
وَإِذْ قَالَ مُوْسَى لِقَوْمِهِ يَاقَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْا إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ
.
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ‘Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah menganiaya diri kalian sendiri karena kalian telah menjadikan anak lembu (sebagai sesembahan kalian), maka bertaubatlah kepada Bari` kalian dan bunuhlah diri kalian. Hal itu adalah lebih baik bagi kalian di sisi Bari` kalian…’.” (Al-Baqarah: 54)

Makna Al-Bari`

Ibnu Qutaibah rahimahullahu mengatakan: “Di antara sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah (Al-Bari`) dan makna Al-Bari` adalah (Al-Khaliq): Pencipta. Dikatakan (dalam bahasa Arab):
.
بَرَأَ الْخَلْقَ يَبْرَؤُهُمْ
.
Artinya ‘menciptakan makhluk’, dan (البَرِيَّة) berarti ‘makhluk’.” (Tafsir Gharibul Qur`an hal. 15, dinukil dari Shifatullah ‘Azza Wa Jalla Al-Waridah Fil Kitabi Was-Sunnah hal. 61-62)

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Al-Bari` artinya yang menciptakan makhluk tanpa meniru. Akan tetapi lafadz ini lebih memiliki kekhususan pada (penciptaan) makhluk-makhluk hidup, tidak pada makhluk-makhluk yang lain. Lafadz ini jarang sekali dipakai pada (penciptaan) selain makhluk hidup. Sehingga diungkapkan dalam bahasa Arab:
.
يَبْرَأُ اللهُ النَسَمَةَ
.
‘Allah menciptakan makhluk hidup.’ (dengan menggunakan kata bara`a, pent.). Dan:
.
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ
.
‘Allah menciptakan langit dan bumi.’ (dengan menggunakan kata khalaqa, pent.).” (Jami’ul Ushul, 4/177, dinukil dari Shifatullah ‘Azza Wa Jalla Al-Waridah Fil Kitabi Was-Sunnah hal. 61-62)

Demikian pula yang dikatakan dalam Lisanul ‘Arab.

Jadi di sinilah salah satu perbedaan makna antara nama Allah Al-Khaliq dan Al-Bari`.
Abu Hilal Al-‘Askari rahimahullahu mengatakan: “(Kata) (بَرَأَ اللهُ الْخَلْقَ) artinya ‘Allah Subhanahu wa Ta’ala membeda-bedakan bentuk mereka’.” (Al-Furuq Al-Lughawiyyah hal. 227)

Ibnu Katsir rahimahullahu ketika menjelaskan ayat ke-24 surat Al-Hasyr berkata: “Al-Khalqu (yang darinya diambil kata Al-Khaliq, pent.) artinya menetapkan. Dan Al-Bar`u (yang darinya diambil kata Al-Bari`, pent.) artinya Al-Faryu, yaitu melaksanakan dan memunculkan atau mengadakan apa yang Dia tetapkan menuju ke alam nyata. Dan tidak semua yang bisa menetapkan sesuatu dan mengaturnya mampu untuk melaksanakan dan mewujudkannya selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang penyair memuji orang lain:
.
وَلَأَنْتَ تَفْرِي مَا خَلَقْتَ
وَبَعْضُ الْقَوْمِ يَخْلُقُ ثُمَّ لاَ يَفْرِي
.
Sungguh dirimu mewujudkan apa yang kamu tetapkan sementara sebagian kaum menetapkan lalu tidak bisa mewujudkan Yakni engkau mewujudkan dan mengadakan apa yang engkau tetapkan, berbeda dengan selainmu, yang tidak mampu melaksanakan apa yang diinginkan. Sehingga, makna Al-Khalq adalah menetapkan, sedangkan makna Al-Faryu (Al-Bar`u) adalah melaksanakannya.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 4/367. Lihat juga Tafsir Al-Qurthubi, 18/48)

Kesimpulan

Dari nukilan penjelasan para ulama di atas dapat disimpulkan bahwa makna Al-Bari` adalah Yang menciptakan tanpa meniru, dan mewujudkan ke alam nyata apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan –sebagaimana penjelasan Ibnu Katsir rahimahullahu– serta membedakan antara satu makhluk dengan yang lain –sebagaimana penjelasan Abu Hilal Al-‘Askari rahimahullahu–. Dan kata Al-Bari` lebih akrab dengan penciptaan makhluk hidup, –sebagaimana penjelasan Ibnul Atsir rahimahullahu–.


Buah Mengimani Nama Allah Al-Bari`

Dengan mengimani nama tersebut serta mengetahui maknanya, kita semakin menyadari kekuasaan Allah Yang Maha Hebat, serta mengetahui bagaimana luasnya ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemampuan-Nya. Di mana tidak mungkin ada yang melakukan itu semua kecuali Dzat yang Maha Berilmu dan Maha Mampu. Ini semua mestinya membuat kita semakin tunduk kepada-Nya dan semakin patuh. Sebagaimana juga mestinya membuat kita semakin bersyukur kepada-Nya karena kita semua –dengan bentuk ciptaan yang bagus dan indah ini– adalah buah dari nama Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut.


Menjadi Abdul Bari'

'Abdul Bari' adalah hamba Allah yang terbebas dan terpelihara dari berbagai penyakit lahir maupun penyakit batin. Penyakit-penyakit batin adalah bekasan dari berbagai macam pengingkaran, kemaksiatan, dan dosa. Allah subhanahu wa Ta'ala menjadikan hamba-hamba-Nya ini agar mereka berperilaku, bertindak dan berbuat selaras dengan sunnatullah yang berlaku di alam semesta, serta dapat membantu atau mendorong orang lain untuk melakukan hal serupa. Dengan sunnatullah dalam kehidupan itu, manusia akan dapat menyelaraskan kehidupannya secara harmonis, baik vertikal maupun horizontal. Secara hotizontal manusia bisa membangun kehidupan yang harmonis dengan manusia lainnya dan alam semesta; secara vertikal dia dapat membangun jalinan mesra dengan Tuhannya, para Malaikat-Nya, ruh para Nabi dan Rasul-Nya, serta para penduduk langit; dengan dirinya sendiri, dia dapat mengembangkan kesehatan dan kecerdasan spiritualnya serta mampu menyelaraskan dengan konsep Ilahiah dimana kehidupan dunia ini adalah ladang amal shalih bagi kehidupan akhirat yang bahagia dan hakiki.

Sumber:

http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=563
Quantum Asmaul Husna

Al-Khaliq (Maha Pencipta)


هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

al-Khaliq secara bahasa berasal dari kata "khalq" atau "khalaqa" yang berarti mengukur atau memperhalus. Kemudian, makna ini berkembang dengan arti menciptakan tanpa contoh sebelumnya. Kata khalaqa dalam berbagai bentuknya memberikan penekanan tentang kehebatan dan kebesaran Allah dalam ciptaan-Nya. (Q.S. Ar-Rum: 20-25)

Allah al-Khaliq, artinya Allah pencipta semua makhluk dan segala sesuatu. Malaikat, jin, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, matahari, bulan, bintang, dan segala yang ada di alam ini diciptakan oleh Allah. Allah menciptakan setiap makhluk secara sempurna dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya dengan ukuran yang paling tepat. al-Qur'an menegaskan, "Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah." (Q.S. As-Sajdah : 7)

Dalam ayat lain ditegaskan, "sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebik-baiknya." (Q.S. At-Tin: 4)

Menjadi 'Abdul khaliq' (Hamba Allah Yang Maha Pencipta)

Seorang hamba yang meneladani Allah SWT, dalam sifat-Nya sebagai al-Khaliq dianugerahi kemampuan untuk melahirkan kreasi-kreasi atau hal-hal baru dan bermanfaat untuk kemaslahatan atau kesejahteraan seluruh makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Orang yang pada dirinya bermanifestasi al-Khaliq dianugerahi pengetahuan, kemampuan (skill), dan juga restu Allah, sehingga Dia melihat alam semesta tercermin di dalam dirinya (mikrokosmos). Dari situ, dia dapat mengenal segala sesuatu yang ada di sekelilingnya (makrokosmos). Dia mengenal alam-alam yang telah diciptakan-Nya itu sebaik dia mengenal dirinya sendiri.

Sumber: Rahasia Keajaiban Asmaul Husna dan Quantum Asma'ul Husna

Al-Mutakabbir (Maha Pemilik Kebesaran)


هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. [Q.S. Hasyr: 23]

al-Mutakabbir secara bahasa berarti kebesaran, angkuh, dan tidak tertundukkan. Allah al-Mutakabbir, artinya Allah Pemilik Segala Kebesaran. Kebesaran itu hanya milik Allah. Hanya Allah yang pantas menyandangnya. Sebab, Dialah Yang Maha Besar.

Demikianlah makna al-Mutakabbir. Sekarang, bagaimana bentuk meneladani nama dan sifat Allah al-Mutakabbir? Meneladani nama dan sifat Allah al-Mutakabbir berarti kita harus berpikir dan berjiwa besar. Kita harus percaya diri bahwa kita dapat menjadi orang yang berhasil.

Selain itu, kita juga harus rendah hati. Tidak boleh takabur (sombong) Ingatlah, kita berasal dari setetes air mani yang menjijikkan. Ke mana-mana, kita juga membawa kotoran dalam perut. Kita ini makhluk yang lemah, roboh jika diterjang peluru, dan lumpuh jika diserang virus. jadi, bagaimana mungkin kita bersikap takabur? Sangat tidak pantas bagi kita bersikap takabur!

Orang takabur adalah orang yang bodoh dan bohong. Bodoh karena dia tidak mengetahui bahwa kebesaran hanya milik Allah. dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman, "Kemuliaan adalah pakaian-Ku, kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa yang mencoba mengenakannya, akan Aku siksa." (H.R. Muslim)

Dia berbohong karena sesunggunya lemah. Namun, merasa dirinya hebat. Jangankan ditimpa musibah yang besar, digigit nyamuk malaria saja bisa sakit. Jadi, orang yang takabur adalah orang yang membohongi diri sendiri. Karenanya meneladani nama dan sifat Allah al-Mutakabbir adalah menjauhkan diri dari sifat takabur.

Akhirnya, marilah kita berdoa, "Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari setiap kejahatan yang sekarang dan yang akan datang, kejahatan  yang telah aku ketahui dan yang belum aku ketahui. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebaik-baik yang telah diminta kepada-Mu oleh hamba dan nabi-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan, yang telah dimohonkan terhindarnya kepada-Mu oleh hamba dan nabi-Mu." (H.R. Ibnu Majah dan Ahmad)

Manfaat Zikir al-Mutakabbir

Jika kita memperbanyak Ya Mutakabbir setiap hari, insya Allah akan dikaruniai kemampuan untu menundukkan musuh yang berbuat zhalim.

Wallahu A'lam

-----------------------------------------------------------------

Ke mana saja kau mengadapkan wajahmu
ke kutup utara yang dingin beku
ke kutup selatan yang dihuni haiwan putih biru
ke barat di rumah putih dikelilingi cctv baru
ke timur tengah di tempat si kejam menelan apa yang lalu
di situ dan di mana-mana ada wajah Al Mutakabbir
dengan segala Kebesaran dan Keagungan-Nya
tidak bisa ditandingi lima kuasa vito penipu

engkau yang sombong angkuh
yang menukar-nukar kitab harian Talmudmu
atau engkau kumpulkanlah semua roket kegagahanmu
bariskan dari timur ke barat
acungkan ke langit atau ke mana sukamu
sedarlah dirimu bahwa kekuasaanmu itu hanya
sekecil zarah dibanding kekuasaan Al Mutakbbir
yang besar luas dari bumi ka langit lepas

mereka yang buta mata-hati mengikut telunjuknya
biarpun diseret membantu orang gila perang
demi kepentingan penyambung hayat diri sendiri
walau sahabat taulanmu diganyang tidak berperi
hingga air-mata mereka menutupi darah hamis membeku
ah! Bukankah engkau menyedut udara-Nya
tidakkah engkau bersyukur kepada-Nya
itulah kisah orang-orang yang kesasar belo
yang menolak Al Mutakabbir
akan jatuh tersungkur di atas hujung api-Nya!

Dia Al Mutakabbir Yang Maha Besar Yang Maha Agung
Dia ada di mana-mana
mata lahirmu tidak terjangkau rata
Dia tidak serupa apa
Dia tidak bisa diumpama apa
ketika matamu terhenti di satu titik apa itulah Dia nyata
pabila yang ada tiada Dia tetap ada
yang dzahir yang bathin adalah Dzatnya
kerana semua yang ada di bumi dan di langit
adalah ciptaan-Nya
engkau aku dan segalanya ciptaan-Nya adalah hak-Nya
engkau tidak berhak bertanya apa
tapi nanti Dia akan bertanya apa kepada engkau
kerana semuanya telah nyata di Kitab-Nya
itulah yang harus kau yakini
tidak ada secebis sangsi di dalam benakmu lagi
itulah yang harus kau insafi dan sedari!

[Suratman Markasan, Nutiara Rini, Sekudai Johor]

Sumber:

Rahasia Keajaiban Asma'ul Husna oleh Syafi'ie el Bantanie
http://www.gnosticman.org/2010/01/al-mutakabbir/